Home BeritaProgram MBG Cilacap Diusut, Ditemukan Ratusan Titik Fiktif

Program MBG Cilacap Diusut, Ditemukan Ratusan Titik Fiktif

by CeritaBerita

Dunia politik dan birokrasi lagi dibuat geger, nih! Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, baru aja membongkar sebuah temuan yang bener-bener gak masuk akal dan bikin geleng-geleng kepala. Gimana enggak, dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang harusnya buat menyehatkan masyarakat, malah ditemukan ratusan titik fiktif yang datanya ngasal banget.

Skandal ini mulai terendus setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan oleh kepala SPPG yang ditunjuk resmi sama Badan Gizi Nasional (BGN) pusat. Hasilnya diumumkan ke publik pada hari Selasa, (23/6). Dari total 300 lebih titik yang terdaftar di Kabupaten Cilacap, ternyata ada sekitar 100 titik yang zonk alias fiktif parah karena gak ada wujud bangunan ataupun aktivitas operasionalnya sama sekali!

Ada di Tengah Sawah Sampai Kuburan

Gak tanggung-tanggung, pas tim lapangan datang buat ngecek lokasi-lokasi yang terdaftar di aplikasi atau dokumen, mereka malah dibikin syok berat. Bukannya nemu gedung fasilitas pelayanan gizi atau dapur sehat, lokasi koordinatnya justru nunjukkin tempat-tempat yang absurd dan seram banget.

“Sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik lebih di Kabupaten Cilacap. Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh BGN pusat, kurang lebih ada 100 titik yang tidak ada bangunan apa pun. Ada yang di tengah hutan, ada yang di tengah sawah, ada yang di tengah kuburan,” curhat Bu Ammy

Isu Jual-Beli Titik dan Seretan Nama Petinggi BGN

Temuan super kocak sekaligus tragis ini memperkuat dugaan kalau di dalam program SPPG ini emang ada praktik culas berupa jual-beli titik pendaftaran demi meraup keuntungan pribadi. Bu Ammy menegaskan kalau masalah ini bener-bener gak bisa didiemin dan harus dibenahi total sampai ke akar-akarnya. Parahnya lagi, beberapa titik yang fiktif itu statusnya masih aktif ditawar-tawarkan ke pihak lain yang mau beli, padahal tanahnya gak jelas dan legalitas infrastrukturnya nol besar.

Yang bikin makin merinding, mayoritas dari 100 titik bermasalah itu ketahuan terdaftar atas nama sebuah yayasan. Gak main-main, yayasan tersebut kabarnya mencatut dan membawa-bawa nama Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya. “Yes, rata-rata yayasan membawa nama Sony,” ungkap Bu Ammy blak-blakan.

Gara-gara skandal ini udah kelewat kusut, hasil rapat terakhir bareng tim investigasi pusat memutuskan buat menghentikan sementara alias me-restrik semua pembukaan titik SPPG baru di seluruh wilayah Cilacap.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar