Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, baru-baru ini cerita kalau permohonan visanya buat masuk ke Amerika Serikat (AS) dan Kanada ditolak mentah-mentah. Padahal, dia niatnya ke sana tuh cuma buat menghadiri rangkaian acara Turnamen Akbar Sepak Bola yang emang lagi digelar di tiga negara itu. Untungnya, nasib dia gak apes-apes amat karena masih berhasil lolos masuk ke Meksiko buat menghadiri seremoni pembukaan Turnamen Akbar Sepak Bola yang super megah di Mexico City hari Kamis waktu setempat kemarin.
Kabar penolakan ini dikonfirmasi langsung sama Rajoub lewat wawancara telepon dengan kantor berita AFP pada hari Sabtu (13/6). Rajoub bilang kalau dia udah nyoba buat mengajukan visa AS di Amman, ibu kota Yordania, tapi hasilnya malah zonk. “Perilaku mereka bener-bener aneh banget,” kata bos sepak bola Palestina. Untungnya, dia masih bisa dapet visa Meksiko dan sempat nonton momen seru pas tim tuan rumah Meksiko berhasil mengalahkan Afrika Selatan.
Ada Bau Politik? Klaim Kena Tekanan dari Pihak Israel
Rajoub gak tinggal diam melihat perlakuan diskriminatif ini. Dia menduga kuat kalau ada permainan politik di balik penolakan visanya oleh otoritas AS dan Kanada. Menurut dia, ada lingkaran tertentu yang sengaja pengen membungkam suara Palestina biar gak bisa melayangkan kritik keras ke Israel di panggung internasional. Bahkan, dia berani mengklaim kalau pihak Israel sengaja memberikan tekanan kuat ke negara-negara tuan rumah tersebut biar dia gak bisa menginjakkan kaki di sana.
Hubungan Rajoub sama pihak seberang emang udah lama tegang banget. Flashback sedikit ke bulan April lalu, waktu ikutan Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, Rajoub secara terang-terangan menolak ajakan dari Presiden FIFA Gianni Infantino buat ikutan foto grup bareng sama pejabat dari Asosiasi Sepak Bola Israel. Aksi boikot itu jelas bikin suasana makin canggung dan kayaknya berbuntut panjang sampai ke urusan visa Turnamen Akbar Sepak Bola kali ini.
Konflik Lapangan Hijau yang Berujung Sampai ke Pengadilan
Konflik antara federasi sepak bola kedua negara ini sebenarnya emang udah lama membara. Asosiasi Sepak Bola Palestina sendiri udah sampai mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Mereka protes keras gara-gara FIFA dinilai plin-plan dan gak mau menjatuhkan sanksi tegas ke Israel. Masalah utamanya adalah karena klub-klub sepak bola yang berlokasi di wilayah pemukiman Tepi Barat masih dibiarin ikutan kompetisi resmi di bawah naungan Asosiasi Sepak Bola Israel. Menurut Palestina, hal itu jelas-jelas ngelanggar aturan hukum internasional.
Tapi ternyata, nasib apes ditolak masuk AS ini gak cuma dialami sama Rajoub aja. Sebelumnya, wasit asal Somalia yang namanya Omar Artan juga kena apes ditolak masuk padahal dia udah megang visa AS yang sah! Gak cuma itu, otoritas AS juga kabarnya menolak visa beberapa anggota tim suporter dari Iran, Senegal, sampai Pantai Gading.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.