Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh ulah oknum pegawai pemerintah. Sebanyak empat orang aparatur sipil negara (ASN) perempuan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mendadak menjadi pusat perhatian public. Hal ini terjadi setelah video rekaman mereka yang memamerkan rencana penggunaan gaji ke-13 beredar luas dan viral di berbagai platform digital.
Dalam video singkat tersebut, keempat ASN ini secara bergantian membeberkan keinginan mereka setelah menerima dana tambahan dari pemerintah. Rencana yang mereka lontarkan pun terbilang cukup fantastis, mulai dari niat membeli emas batangan, mengganti ponsel ke seri iPhone terbaru, mendaftar haji furoda, hingga menyiapkan uang muka (down payment) untuk membeli mobil baru.
Meskipun video tersebut disinyalir dibuat hanya untuk sekadar konten hiburan ringan di sela-sela kesibukan kerja, reaksi yang didapat dari masyarakat justru sebaliknya. Banyak warganet yang mengaku geram dan menilai aksi tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang abdi negara.
“Aksi memamerkan rencana belanja barang mewah seperti ini dinilai tidak bijak dan memperlihatkan kurangnya rasa empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat luas yang saat ini masih serba sulit,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.
Gaya Hidup Mewah Turut Dikuliti Netizen
Polemik yang menyeret nama Pemkot Jambi ini tidak berhenti sampai di situ. Rasa penasaran publik membuat warganet bergerak cepat menelusuri jejak digital dan akun media sosial pribadi dari masing-masing ASN tersebut.
Hasilnya, warganet menemukan berbagai unggahan lama yang kian memperkuat sorotan. Akun media sosial para ASN tersebut rupanya kerap membagikan momen saat berlibur ke luar negeri hingga rutin melakoni olahraga padel—sebuah cabang olahraga yang belakangan ini dikenal identik dengan gaya hidup urban dan membutuhkan biaya tidak sedikit.
Temuan tersebut makin memicu gelombang kritik dari masyarakat. Banyak pihak menyayangkan sikap memamerkan gaya hidup (flexing) yang ditunjukkan para pelayan publik tersebut di ruang terbuka. Hingga berita ini diturunkan, unggahan video tersebut masih ramai dibicarakan dan menuai beragam tanggapan pedas di jagat maya, sementara masyarakat menantikan respons resmi dari pihak instansi Pemkot Jambi terkait aksi jajarannya tersebut.