Suasana panas mewarnai jalannya Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang digelar di Hotel Marbella, Anyer, Kabupaten Serang. Acara yang mulanya berjalan tenang mendadak ricuh saat memasuki agenda sidang pleno pemilihan Ketua Umum BM PAN periode 2026–2031 pada Minggu (12/7) sekitar pukul 17.00 WIB.
Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 27 detik yang viral di media sosial, ketegangan tampak terjadi mulai dari pintu masuk ballroom hingga ke dalam area ruang sidang. Dua kelompok massa terlihat saling dorong, bahkan sempat diwarnai dugaan aksi pemukulan terhadap salah satu peserta kongres yang hadir.
View on Threads
Kondisi yang makin tidak kondusif membuat salah seorang peserta mengambil alih pengeras suara untuk menenangkan massa yang terlanjur emosi.
“Saya minta tenang semua teman-teman. Tenang, tenang semua. Kalau tidak tertib, kami minta polisi tarik semuanya,” tegasnya demi menjaga ketertiban acara, seperti dikutip pada Senin (13/7).
Beda Pendapat Mekanisme Voting Jadi Pemicu Kericuhan
Kericuhan dilaporkan pecah pada saat jalannya sidang pleno III. Pemicu ketegangan diduga berasal dari perbedaan pendapat terkait mekanisme pemilihan ketua umum yang baru. Sejumlah peserta mendesak agar proses pemilihan dilakukan lewat mekanisme voting terbuka sesuai dengan tata tertib yang berlaku.
Namun, pihak Standing Committee (SC) dinilai tidak menindaklanjuti usulan tersebut, hingga akhirnya memicu protes keras serta penolakan dari sebagian peserta sidang. Akibat situasi yang terus memanas dan tidak memungkinan, pimpinan sidang memutuskan untuk menunda jalannya pleno karena forum gagal mencapai kesepakatan bersama.
Merespons kejadian tersebut, Ketua DPD BM PAN Kabupaten Luwu, Adri Irawan Mus, mengajak seluruh kader untuk tetap menahan diri dan mengutamakan kekeluargaan.
“Kami berharap kongres berjalan dengan mengedepankan musyawarah, persatuan, dan kepentingan organisasi,” ungkap Adri di tengah suasana yang masih hangat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia Kongres VII BM PAN belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab detail kericuhan maupun kepastian jadwal kelanjutan sidang pleno tersebut.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: bantennews.co.id tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.