Chelsea berhasil mengamankan kemenangan mendebarkan dengan skor 3-2 atas Fulham pada pertandingan perdana mereka di Liga Inggris musim ini. Laga yang berlangsung di markas Fulham, Stadion Craven Cottage, pada Selasa, (25/8) tersebut sejatinya menyajikan aksi saling balas gol yang sangat sengit sejak menit awal.
The Blues langsung mengambil inisiatif serangan dan unggul cepat lewat gol Kilat Joao Pedro saat pertandingan baru berjalan satu menit. Fulham sempat membalas melalui aksi Josh King, sebelum Chelsea kembali menjauh berkat torehan gol dari Morgan Rogers dan Cole Palmer. Tuan rumah kemudian hanya sanggup memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Goncalo Garcia di penghujung laga.
Performa Robert Sanchez Tuai Kritik Pedas dari Pengamat
Kendati sukses meraih poin penuh di laga pembuka, kemenangan Chelsea ini dinodai oleh penampilan mengecewakan dari kiper utama mereka, Robert Sanchez. Penjaga gawang asal Spanyol tersebut disorot tajam karena dianggap menjadi penyebab lahirnya dua gol balasan The Cottagers akibat ketidaksigapan di bawah mistar gawang.
Gol pertama Fulham tercipta dari tembakan ke tiang dekat yang seharusnya bisa diantisipasi jika Sanchez bereaksi lebih cepat. Sementara itu, gol kedua tuan rumah lahir dari tepisan Sanchez yang kurang sempurna. Alih-alih membuang bola ke area aman, bola tepisannya justru memantul tepat ke depan gawang sehingga memudahkan Goncalo Garcia untuk menyundulnya menjadi gol.
Agbonlahor Sebut Sanchez Titik Lemah Pengejar Gelar Juara
Mantan pemain Aston Villa yang kini aktif sebagai pengamat sepak bola, Gabriel Agbonlahor, menilai keberadaan Sanchez di bawah mistar gawang bisa menjadi penghambat besar bagi ambisi Chelsea. Ia meyakini klub asal London Barat tersebut tidak akan mampu bersaing memperebutkan gelar juara Liga Inggris jika terus mengandalkan Sanchez sebagai kiper utama.
Agbonlahor menyoroti kesalahan pengambilan posisi yang sering dilakukan sang kiper. Menurutnya, Sanchez terlalu sering mencoba bergerak maju untuk mengantisipasi umpan silang yang sebenarnya bisa diatasi oleh barisan pertahanan. Keputusan keliru tersebut kerap membuat posisinya terbuka dan mudah ditaklukkan oleh pemain lawan. Bahkan, ia menyebut performa buruk sang kiper kerap menjadi bahan tertawaan karena kesalahan-kesalahan mendasar yang kerap berulang sejak musim lalu.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.