Home HukumSiksa Balita, Daycare di Banda Aceh Ternyata Lima Tahun Ilegal!

Siksa Balita, Daycare di Banda Aceh Ternyata Lima Tahun Ilegal!

by CeritaBerita

Dunia parenting lagi dibuat geger lagi, nih. Belum kelar urusan kasus di Daycare Little Aresha Jogja, eh sekarang muncul lagi kasus serupa yang gak kalah bikin nyesek. Kali ini kejadiannya di Baby Preneur Daycare, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Balita 18 Bulan Disiksa di Hadapan Pengasuh Lain

Pada hari Selasa (28/4) malam, Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan (TKPP) Bidang Hukum, Sultan Muhammadd Yus, ngebongkar fakta pahit dalam konferensi pers di Balai Kota Pemko Banda Aceh. Ternyata, seorang balita perempuan berinisial R yang baru umur 18 bulan jadi korban kekerasan berkali-kali oleh pengasuhnya sendiri, DS (24).

Kasus ini meledak setelah rekaman CCTV-nya viral di medsos. Yang bikin netizen makin emosi, di rekaman itu kelihatan ada pengasuh lain di lokasi, tapi mereka malah cuek. Gak ada yang berusaha negur atau nyelamatin si kecil R pas lagi disiksa.

Padahal, sistem CCTV di daycare itu bisa diakses langsung sama orang tua lewat HP. Rekaman ini awalnya disebar sama salah satu orang tua ke keluarganya sampai akhirnya viral ke mana-mana. Sekarang, si pelaku DS udah diberhentikan, dan dua pengasuh yang cuma nontonin doang juga kena sanksi pemberhentian sementara.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten yang melibatkan anak, demi melindungi privasi korban,” kata Sultan.

Kepala DPMPTSP Sebut Tempat Kejadian Ilegal

Ini yang paling bikin geleng-geleng kepala. Ternyata Baby Preneur Daycare ini udah beroperasi selama lima tahun tapi nggak punya izin operasional sama sekali! Kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Mohd Ichsan, bilang pihaknya gak pernah ngeluarin izin buat tempat itu.

Efek domino dari kasus ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh langsung tegas: tempat itu harus DITUTUP. Gak cuma itu, semua TPA lain yang gak punya izin di Banda Aceh bakal disikat habis juga.

Melihat fenomena ini, Wakil Ketua DPR Sari Yuliati sampai angkat bicara pada Senin (27/4). Beliau mendesak pemerintah buat evaluasi total SOP dan pengawasan daycare di seluruh Indonesia. Jangan sampai nunggu ada tragedi baru sibuk berbenah.

Kasus ini jadi pengingat keras buat para orang tua: jangan gampang percaya cuma karena daycare-nya kelihatan bagus. Cek perizinannya, cek track record-nya, karena nyawa dan mental anak itu taruhannya!

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar