Home HukumNetizen Hujat Green SM, Kemenhub Langsung Panggil Manajemen

Netizen Hujat Green SM, Kemenhub Langsung Panggil Manajemen

by CeritaBerita

Dunia transportasi lagi berduka sekaligus panas banget, guys. Buntut dari kecelakaan maut antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4), pihak Kemenhub akhirnya gak tinggal diam.

Hari Selasa (28/4) malam, Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, resmi manggil manajemen Xanh SM atau Green SM ke kantor pusat. Kenapa? Soalnya taksi listrik ini disebut-sebut jadi “biang kerok” awal kecelakaan beruntun yang ngeri banget itu.

Dari Taksi Mogok hingga Tabrakan Beruntun KRL-Argo Bromo

Jadi gini ceritanya, kecelakaan hari Senin itu dipicu gara-gara ada taksi Green SM yang mendadak mogok di perlintasan sebidang liar JPL 85. Apesnya, taksi itu ketemper KRL yang lewat. Karena ada insiden itu, KRL otomatis berhenti mendadak.

Nah, karena jarak antar kereta yang padat banget, informasi soal KRL yang berhenti ini telat sampe ke masinis KA Argo Bromo Anggrek. Hasilnya? Tabrakan “adu banteng” belakang gak terelakkan. Gerbong belakang KRL—yang kebetulan gerbong khusus perempuan—ringsek parah ditabrak lokomotif Argo Bromo. Sampe sekarang, korban jiwa dilaporkan udah tembus 15 orang. Rest in peace buat para korban.

Pak Aan Suhanan tegas banget bilang kalau mereka udah bentuk tim khusus. Mereka bakal ngecek perizinan, administrasi, sampe audit Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) si Green SM ini.

“Kalau terbukti melanggar, sanksinya gak main-main, mulai dari surat peringatan sampe pencabutan izin operasional!” tegas Pak Aan.

Sorotan pada Kualitas Driver dan Sistem Mobil Listrik

Di sisi lain, netizen di platform X (dulu Twitter) udah “goreng” habis-habisan taksi listrik ini. Akun kayak @Fahm** bilang kalau driver-nya gak bener dan sistem mobilnya “bapuk” pas kondisi genting. Yang bikin netizen makin emosi, awalnya Green SM malah posting tanpa minta maaf dan sempet tutup kolom komentar. Baru selang beberapa jam kemudian, mereka rilis pernyataan bela sungkawa dan janji bakal kooperatif sama investigasi.

Padahal kalau dicek di aplikasi Siprajab, taksi bernopol B 2864 SBX ini sebenernya surat-suratnya lengkap dan aktif sampe Oktober 2026. Tapi ya gitu, keselamatan di lapangan beda cerita sama data di kertas.

Sekarang kita tinggal nunggu hasil investigasi resminya. Apakah murni kesalahan teknis mobil listriknya, human error pengemudi, atau emang sistem keselamatannya yang perlu dirombak total? Yang jelas, publik minta keadilan buat 15 nyawa yang melayang di Bekasi kemarin.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar