Home Ekonomi BisnisDapur Keracunan Tetap Dibayar? Bos BGN Disemprot DPR!

Dapur Keracunan Tetap Dibayar? Bos BGN Disemprot DPR!

by CeritaBerita

Lagi-lagi ada drama yang bikin netizen geleng-geleng kepala, nih. Di tengah suasana duka pasca kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang, pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mendadak viral dan kena kritik pedas.

Awalnya, Dadan dinilai nggak koperatif karena bilang kalau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau “dapur” Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lagi dihentikan sementara (suspend) bakal tetep dapet insentif. Sontak aja, pernyataan ini bikin kuping anggota dewan panas.

Sebut Pembayaran Dapur Bermasalah Sebagai Pemborosan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, langsung bikin video di Instagram pribadinya buat nanggapi hal ini pada Rabu (29/4). Dia bingung banget sama logika BGN. Masa dapur yang ditutup karena kasus keracunan atau nggak layak operasi malah tetep dibayar Rp 6 juta per hari?

“Ini bukan cuma salah kebijakan, ini pemborosan yang terang-terangan! Dapur bermasalah itu harusnya dikasih sanksi, bukan malah tetep dibayar,” kata Charles dengan nada gregetan.

Menurut Charles, di saat ekonomi lagi sulit, negara harusnya efisiensi. Apalagi ada lebih dari seribu dapur yang ditutup. Kalau duitnya tetep ngalir ke dapur bermasalah, ya nggak bakal ada efek jera dong buat pengelola dapur yang lalai.

Melihat suasana makin panas, Dadan akhirnya memberikan klarifikasi resmi di Jakarta, hari Rabu (29/4). Beliau meluruskan kalau pernyataannya kemarin mungkin ada salah tangkap.

Dari Masalah Higienitas hingga Mark-up Harga

Dadan negasin kalau SPPG yang kena suspend gara-gara kelalaian—kayak dapur jorok, nggak higienis, atau standar sanitasinya hancur—nggak bakal dapet insentif selama mereka berhenti operasi. Termasuk kalau ketahuan main curang kayak monopoli supplier atau mark-up harga bahan baku, fiks bakal dicoret dari daftar penerima duit.

“Insentif hanya diberikan kepada SPPG yang beroperasi normal dan memenuhi seluruh ketentuan,” tegas Dadan.

BGN sekarang janji bakal lebih tegas. Kalau dapur berhenti operasi karena renovasi atau emang lagi bermasalah secara teknis, ya keran duitnya ditutup sementara. Intinya, pemerintah pengen mastiin program Makan Bergizi Gratis ini beneran aman buat rakyat dan nggak buang-buang anggaran secara cuma-cuma.

Klarifikasi ini diharapkan bisa meredam emosi publik yang sempet panas, apalagi momennya barengan sama tragedi transportasi di Bekasi yang bikin hati masyarakat lagi sensitif banget.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar