Aksi berani baru saja ditunjukkan oleh Rieke Diah Pitaloka. Artis sekaligus politisi yang vokal ini gak main-main dalam menanggapi tragedi berdarah di Stasiun Bekasi Timur. Pada Selasa (28/4), beliau langsung turun ke lokasi kejadian buat bikin video pernyataan keras: usut tuntas kecelakaan KRL Bekasi dan bekukan izin operasional Green SM di akun Instagramnya @riekediahp.
Rieke ngerasa ada yang “janggal” soal gimana perusahaan taksi asal Vietnam ini bisa melenggang masuk ke Indonesia. Di saat taksi nasional lagi kembang kempis, Green SM masuk pas banget bangsa ini lagi sibuk-sibuknya Pemilu 2024. Timelinenya dianggap “abrakadabra” banget.
Rieke ngebongkar data yang bikin dahi mengernyit. Perusahaan ini berdiri sekitar Januari–Februari 2024, lalu NIB terbit Maret 2024. Tapi anehnya, kabarnya mereka udah mulai narik dari Desember 2024, padahal izin khusus operasional dari Kemenhub kabarnya baru ada Oktober 2025. Kok bisa?
“Ada indikasi kejanggalan serius dalam perizinan operasional perusahaan milik konglomerasi Vietnam ini. Apakah hukum oligarki lagi yang main?” semprot Rieke dalam videonya.
Apakah Taksi Listrik Vietnam Sudah Sesuai Standar Indonesia?
Beliau juga mempertanyakan soal armada yang diimpor langsung dari Vietnam. Apakah sudah lewat fine test sesuai aturan Indonesia? Rieke merasa ada “karpet merah” buat asing, tapi industri lokal malah dikasih jalanan berbatu.
Pasca kecelakaan yang menewaskan 15 orang—yang kebanyakan perempuan pejuang keluarga di gerbong khusus—Rieke makin geram karena pihak manajemen cuma bilang duka cita saja tanpa aksi konkret. Padahal kerugian negara bisa tembus puluhan miliar!
Rieke pun melayangkan 3 tuntutan maut:
- Kemenhub wajib bekukan izin Green SM sampai investigasi tuntas.
- Kejaksaan & KPK harus turun tangan selidiki indikasi “permainan” izin kilat.
- KPPU investigasi soal indikasi predatory pricing.
Dukungan bagi Pembangunan Flyover Bekasi
Di sisi lain, Rieke juga dukung solusi konkret pembangunan flyover di Bekasi biar tragedi ini gak terulang. Beliau juga ngasih apresiasi ke Presiden Prabowo Subianto dan Sufmi Dasco Ahmad yang sigap mengawal isu perbaikan kereta api ini.
“Ini bukan sekadar kecelakaan, ini soal sistem dan nyawa rakyat! Jangan tukar nyawa para perempuan pejuang dengan cuan buat makelar rente!” tutupnya tegas. Indonesia, kawal terus kasus ini di Bekasi sampai terang benderang!