Warga Jawa Timur dan sekitarnya! Pagi-pagi tadi, tepatnya hari Rabu, (13/05), Gunung Semeru lagi erupsi berkali-kali. Nggak tanggung-tanggung, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini ngeluarin abu vulkanik sebanyak empat kali cuma dalam waktu satu jam lebih dikit!
Kronologi Erupsi Beruntun dari Subuh hingga Pagi
Berdasarkan info dari Liswanto, petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru, drama alam ini dimulai jam 05.07 WIB. Awalnya masih malu-malu dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter. Tapi nggak pake lama, cuma jeda 12 menit alias jam 05.19 WIB, Semeru langsung “batuk” kenceng lagi dengan tinggi abu sampe 1 kilometer di atas puncak! Bayangin deh, itu tingginya udah setara 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Nggak berhenti di situ, jam 05.53 WIB erupsi ketiga muncul lagi setinggi 900 meter. Terus ditutup sama erupsi keempat jam 06.15 WIB setinggi 500 meter. Warna abunya campur-campur, ada yang putih sampe kelabu tebal, dan semuanya kompak terbang ke arah barat daya.
Peringatan Buat Sobat Pendaki & Warga Lokal
Mengingat kondisi Semeru yang lagi nggak santai dan statusnya masih di Level III (Siaga), buat kalian yang lagi di sekitar Kabupaten Lumajang dan Malang, tolong banget dengerin rekomendasi ini biar tetep aman: jangan ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak, hindari juga area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena ada risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai 17 km, serta dilarang keras mendekat dalam radius 5 km dari kawah karena rawan banget sama bahaya lontaran batu pijar, jadi mending jangan nekat foto-foto dulu ya!
Liswanto juga wanti-wanti supaya kita waspada sama yang namanya awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, kayak di Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Pokoknya, buat warga yang ada di perbatasan Lumajang-Malang, tetep tenang tapi jangan abai. Pantau terus info resmi dan jangan kemakan hoaks. Stay safe, semuanya!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya