Kasus Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, makin panas aja nih, gaes! Kabar terbaru dari gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, (13/05), bener-bener bikin geleng-geleng kepala. Ternyata, urusan duga-duga gratifikasi ini nggak main-main karena melibatkan “orang dalam” alias para ajudannya.
Peran Ajudan Terbongkar: Jadi Jembatan Gratifikasi ke Kepala Dinas
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, baru aja membocorkan kalau dua ajudan Fadia, yaitu Siti Hanikatun (SH) dan Aji Setiawan (AS), sudah diperiksa pada Selasa, (12/05, Mereka berdua diduga jadi “tangan kanan” yang ngebantuin Bupati buat nerima aliran dana gratifikasi. Nggak cuma itu, si SH yang jadi orang kepercayaan juga didalami perannya dalam mengoordinasikan para Kepala Dinas (Kadis). Tujuannya? Biar perusahaan keluarga Bupati, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), bisa mulus masuk jadi penyedia jasa outsourcing di dinas-dinas.
Bagi-Bagi Jatah Rp46 Miliar: Dari Suami Hingga Anak Ikut Kecipratan
Modusnya rapi banget, tapi akhirnya kecium juga sama KPK. Fadia diduga memerintahkan perangkat daerah buat memenangkan perusahaannya sendiri dalam tender. Hasilnya? Perusahaan keluarganya itu dikabarkan ngeraup duit sampai Rp46 miliar dari tahun 2023 sampai 2026! Duit sebanyak itu kabarnya dibagi-bagi ke keluarga, mulai dari suaminya, Ashraff, sampai anak-anaknya. Bahkan, ada penarikan tunai misterius sebesar Rp3 miliar juga, lho.
Nggak cuma soal duit, koleksi mobil mewah di rumah dinas sampai kawasan Cibubur juga sudah disita KPK. Isinya nggak kaleng-kaleng, ada Wuling Air EV, Mitsubishi Xpander, Toyota Camry, Fortuner, sampai Vellfire. Wah, bener-bener definisi luxury life dari hasil yang nggak bener ya!
KPK sendiri negasin kalau mereka bakal terus melakukan penelusuran dan pemeriksaan saksi-saksi lain buat ngebongkar semua aliran uang haram ini. Sekarang, Fadia sudah resmi jadi tersangka dan ditahan. Pelajaran banget nih buat kita semua, kalau posisi lagi di atas, jangan sampai silap mata pakai jabatan buat kepentingan keluarga sendiri.
Gimana menurut kalian, gaes? Apakah bakal ada tersangka baru lagi dari lingkungan Pemkab Pekalongan? Kita tunggu aja update selanjutnya dari KPK! Stay aware dan jangan sampai tergoda jalan pintas ya!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya