Ada kabar terbaru nih dari balik jeruji besi yang lagi ramai diomongin! Masih ingat sama Ferdy Sambo? Mantan Kadiv Propam Polri ini balik lagi jadi sorotan pada Rabu, (13/05). Tapi kali ini bukan soal kasus hukumnya yang pelik itu, melainkan soal kesibukan barunya sebagai mahasiswa.
Mendalami Ilmu Agama di STTIGGI Lewat Balik Jeruji Cibinong
Ternyata, meskipun lagi mendekam di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, Sambo nggak mau menyia-nyiakan waktunya gitu aja. Kabarnya, dia resmi terdaftar sebagai mahasiswa Program Magister (S2) di Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia (STTIGGI). Wah, bener-bener mau mendalami ilmu agama alias teologi nih.
Ditjen Pas Buka Suara: Pendidikan Adalah Hak Setiap Narapidana
Kabar ini pun langsung direspons sama pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas). Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti, angkat bicara soal status pendidikan Sambo ini. Menurut Rika, apa yang dilakukan Sambo itu sah-sah aja dan nggak melanggar aturan. Soalnya, hak buat dapetin atau lanjutin pendidikan itu dilindungi banget sama undang-undang, meskipun statusnya sebagai warga binaan.
“Hak untuk mendapatkan pendidikan atau melanjutkan pendidikan itu dilindungi oleh undang-undang sebagai bagian dari hak warga binaan,” jelas Rika pas dikonfirmasi media. Jadi, intinya pihak lapas nggak bakal ngelarang selama itu buat tujuan yang positif dan sesuai aturan.
Bayangin aja, di tengah dinginnya sel Lapas Cibinong, Sambo justru milih buat “healing” lewat jalur akademik. Program S2 Teologi yang dia ambil ini menunjukkan kalau dia lagi serius mau memperdalam sisi spiritualnya. Banyak netizen yang langsung bereaksi macam-macam, ada yang kaget, ada juga yang bilang kalau belajar itu emang nggak kenal tempat dan status.
Fenomena warga binaan yang lanjut kuliah dari dalam penjara sebenernya bukan hal baru, tapi karena ini menyangkut nama besar Ferdy Sambo, ya otomatis langsung jadi trending topic. Di STTIGGI sendiri, nama Sambo tercatat sebagai mahasiswa magister yang aktif mengikuti program pendidikan teologi tersebut.
Jadi, meskipun ruang geraknya terbatas di dalam lapas di kawasan Jawa Barat itu, akses buat menambah ilmu tetap terbuka lebar buat dia. Gimana menurut kalian, gaes? Apakah ini langkah yang tepat buat memulai lembaran baru dari balik jeruji? Kita tunggu aja gimana perkembangan “kuliah” Sambo ke depannya! Keep learning and stay positive, ya!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya