Prabowo Subianto baru aja bikin heboh publik lewat pernyataannya yang bener-bener mind-blowing. Beliau blak-blakan mengungkap alasan utama kenapa anggaran nasional kita sering banget megap-megap, yang ujung-ujungnya berdampak langsung ke kesejahteraan para guru dan pegawai negeri sipil (PNS). Ternyata, masalahnya bukan karena negara gak punya potensi, tapi karena ada “kebocoran” gila-gilaan yang bikin kekayaan negara kita melayang gitu aja.
Momen epik ini disampaikan langsung oleh Prabowo pas menghadiri acara penutupan Munas dan Konbes NU yang digelar di Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6). Di hadapan para hadirin, beliau dengan gaya khasnya langsung menyoroti kenapa nasib finansial pahlawan tanpa tanda jasa dan aparatur sipil negara kita masih gini-gini aja dan dinilai belum optimal.
Anggaran Selalu Kurang, Uangnya “Diambil” Terus
Prabowo langsung to the point ngebongkar akar masalahnya. Menurut beliau, masyarakat gak perlu bingung lagi kenapa gaji para guru dan PNS susah tebel.
“Kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang? Karena uangnya nggak ada, diambil terus,” ujar Prabowo.
Intinya, kas negara kita itu ibarat ember yang bocor parah. Mau diisi air sebanyak apa pun, kalau bawahnya bolong, ya bakalan habis terus dan gak bakal pernah cukup buat menyejahterakan rakyatnya sendiri.
@kompascom Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik under invoicing yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 15.000 triliun selama 34 tahun. Kebocoran keuangan itu berimbas pada besaran gaji guru, gaji pegawai negeri, dan anggaran negara. Presiden Prabowo menyampaikan hal itu saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Kampus IAI Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). 🎥: Youtube/Sekretariat Negara Kreatif: Jessica Meisya Kurnia Produser: Reza Kurnia Darmawan ~J #Prabowo #Politik #cut ♬ suara asli – Kompas.com
Angka Kebocoran Tembus Rp2.500 Triliun!
Nah, yang bikin makin syok itu pas Prabowo nyebutin nominal kebocorannya. Berdasarkan hasil perhitungan dari para ahli yang valid, angka kebocoran kekayaan negara kita itu gak main-main, guys. Jumlahnya menyentuh angka sekitar USD 150 miliar! Kalau dikonversi ke mata uang kita, itu setara dengan Rp2.500 triliun per tahun.
Tapi pemerintah sekarang gak tinggal diam melihat duit negara dimaling dan amblas terus. Prabowo menegaskan kalau kabinetnya lagi putar otak dan kerja keras buat menambal semua celah kebocoran tersebut. Pemerintah berkomitmen penuh buat memperbaiki sistem yang rusak ini biar kekayaan asli Indonesia bisa diselamatkan dan dikembalikan lagi buat kepentingan serta kesejahteraan rakyat banyak.