Home BeritaPesta Disko di Rutan Depok Viral, Dua Petugas Diduga Terlibat

Pesta Disko di Rutan Depok Viral, Dua Petugas Diduga Terlibat

by CeritaBerita

Aksi sejumlah orang berjoget dengan suasana layaknya pesta diskotek di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok mendadak viral di media sosial. Setelah melakukan pemeriksaan internal, pihak rutan akhirnya memastikan bahwa video tersebut memang direkam di dalam area Rutan Depok.

Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, menyatakan pihaknya menemukan indikasi kuat bahwa kegiatan di dalam video itu benar-benar terjadi. “Jadi kami dari Rutan Depok sudah melakukan pemeriksaan terhadap informasi yang beredar dan ada indikasi kuat terhadap apa yang dilaporkan. Ya, setelah kami investigasi, apa yang ada di video tersebut memang berada di Rutan Depok,” kata Ario, Minggu (4/10).

Berdasarkan hasil penelusuran awal, kamar yang tampak dalam rekaman video itu dihuni oleh 22 orang warga binaan. Saat ini, pihak rutan sedang mendalami dugaan keterlibatan tiga hingga empat warga binaan yang disinyalir ikut serta dalam pesta tersebut.

Kendati demikian, persoalan ini tidak hanya berhenti pada warga binaan saja. Pihak rutan turut menemukan indikasi keterlibatan dua orang pegawai yang bertugas di satuan pengamanan serta staf pembinaan. Kedua oknum petugas tersebut diduga kuat membantu memfasilitasi masuknya berbagai barang terlarang ke dalam rutan. “Kalau diduga (petugas terlibat), iya, ini sedang dalam proses penanganan. Untuk sementara ini dua orang,” ungkap Ario, menambahkan bahwa barang-barang tersebut diduga bisa masuk melalui bantuan petugas.

Kasus pelanggaran ini langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian agar dapat diproses secara hukum. Selain itu, Rutan Depok juga aktif berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat serta Ditjenpas pusat untuk melaksanakan pemeriksaan gabungan secara menyeluruh.

Sebelum adanya pengakuan resmi dari pihak rutan, video yang beredar luas memperlihatkan sejumlah orang asyik berjoget diiringi volume musik yang sangat kencang serta kerlap-kerlip lampu warna-warni layaknya sebuah klub malam. Rekaman tersebut sempat memicu beragam spekulasi liar di media sosial, termasuk dugaan adanya fasilitas kamar mewah serta peredaran barang-barang terlarang.

Kurangnya SDM Menjadi Alasan Pembela

Di sisi lain, Ario tidak menampik bahwa sistem pengawasan di Rutan Depok terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia. Ia menyebutkan bahwa saat ini ada sekitar 1.279 orang penghuni rutan yang hanya diawasi oleh sekitar 10 orang petugas dalam setiap sif penugasan. Meski demikian, pihak rutan terus berupaya memperkuat pengawasan melalui kegiatan razia rutin maupun insidental, serta menggandeng pihak eksternal seperti Kodim, Polres, BNNK, dan Brimob.

Temuan video ini menjadi sorotan tajam publik lantaran Rutan Depok sebelumnya baru saja menggelar razia gabungan pada 23 September 2026 yang mengklaim nihil temuan ponsel maupun narkoba. Namun, Ario membantah jika barang-barang tersebut sengaja disembunyikan saat razia berlangsung karena pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di semua blok hunian. Ia menduga barang-barang terlarang itu baru masuk setelah razia usai dengan bantuan oknum internal.

Atas insiden yang mencoreng institusi pemasyarakatan ini, Ario menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan berjanji akan melakukan pembenahan total. Rutan Depok juga berkomitmen memperketat pengawasan guna mewujudkan program Zero HALINAR—bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kumparan.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar