Puluhan juru parkir di gerai Mie Gacoan Jalan Imam Bonjol, Kota Pekalongan, menggelar aksi protes keras, Sabtu (11/4/2026). Mereka dengan tegas menolak rencana penerapan parkir elektronik (e-parking) yang dinilai bakal mematikan penghasilan warga lokal.
Koordinator aksi, Aris Susanto, menyebut skema gaji dari vendor yang hanya berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan jauh di bawah penghasilan harian mereka saat ini. “Ini jelas merugikan kami yang menggantungkan hidup di sini,” tegasnya.
Menanggapi gejolak tersebut, Legal Manajer Mie Gacoan, Zulkarnaen Akhmad Kurniawan, mengungkapkan bahwa perubahan sistem ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi rutin enam bulanan, ditemukan sejumlah pelanggaran oleh pengelola parkir sebelumnya.
Kini, pihak manajemen berencana menggandeng vendor profesional dengan sistem gate, namun tetap menjanjikan akan melibatkan warga sekitar. Meski begitu, para jukir tetap bertahan karena merasa selama ini telah menjaga keamanan barang pengunjung dengan sangat baik tanpa ada kehilangan satu pun.