Kabar duka dari Maluku Utara pagi ini. Gunung Dukono baru aja erupsi pada Jumat (8/5) pagi tadi. Gak cuma sekadar semburan abu, tapi kejadian ini beneran memakan korban jiwa. Sedih banget dengernya.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, udah konfirmasi kalau ada tiga orang yang jadi korban keganasan letusan ini. Update-nya, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lagi masih hilang dan belum ketahuan nasibnya gimana. Kita doain ya semoga korban yang hilang bisa cepet ditemuin dalam kondisi selamat.
Kolom Abu Raksasa Setinggi 10.000 Meter Selimuti Puncak
Karena kejadian ini, Kapolres bilang kalau tim gabungan bakal makin ketat jagain jalur pendakian. Masalahnya, masih ada aja yang nekat ndaki tanpa izin, dan itu bahaya banget kalau tiba-tiba gunungnya erupsi kayak tadi pagi.
Buat kalian yang tinggal di sekitar Halmahera Utara atau mungkin lagi ada rencana travelling ke sana, mendingan nurut sama imbauan pihak berwenang deh. Jangan ada aktivitas, apalagi nekat ndaki ke Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 km. Itu zona merah banget sekarang!
Selain itu, jangan lupa selalu sedia masker ya. Abu vulkaniknya tebel banget dan bahaya buat sistem pernapasan kalian. “Pokoknya sedia penutup hidung dan mulut buat hindarin ancaman bahaya abu vulkanik,” gitu pesan dari petugas di lapangan.
Situasi di sana masih cukup tegang karena proses pencarian korban yang hilang masih terus diupayakan. Buat kalian semua, tetep waspada dan pantau terus info resmi dari BPBD ya. Mari kita kirim doa buat saudara-saudara kita di sekitar Gunung Dukono supaya selalu dalam lindungan Tuhan. Stay safe, semuanya!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.