Sumpah ya, jagat media sosial kemarin sempat heboh banget sama video seorang perwira polisi yang kesakitan pas lagi jaga demo. Yup, beliau adalah AKBP Adri Desas Furvanto yang ngejabat sebagai Kabag Ren Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam video yang beredar luas itu, pak polisi ini kelihatan jalan pincang sambil dibopong sama rekan-rekannya. Gak cuma itu, beliau juga kedengeran teriak histeris, “Kaki saya patah!” sambil sibuk nyuruh anggotanya nyari handy talkie (HT) miliknya yang ikutan lenyap di tengah kerumunan.
Nah, karena video itu muncul pas tensi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat lagi panas-panasnya, netizen langsung auto nge-gas. Banyak banget yang berspekulasi kalau AKBP Adri itu jadi korban kekerasan massa aksi. Gosip yang beredar langsung liar banget, ada yang bilang dia kena lemparan batu, kena pukul, sampai kena serang demonstran yang lagi anarkis. Pokoknya, narasi di medsos udah telanjur nyudutain para pendemo, deh!
Baca juga: Imbas Demo Ricuh Di DPR, Lutut Polisi Alami Keretakan
Ternyata Cuma Kepeleset, Guys!
Eits, tapi tunggu dulu! Jangan langsung kemakan hoaks atau kemakan narasi yang belum jelas, ya. Berdasarkan informasi valid paling update yang beredar pasca-kejadian, ternyata ada plot twist yang cukup bikin melongo. Usut punya usut, cedera parah yang dialaminya itu sama sekali bukan karena kena bogem mentah atau lemparan benda tumpul dari massa aksi yang lagi unjuk rasa.
Jadi, fakta aslinya gimana? Ternyata, AKBP Adri itu murni mengalami nasib apes alias cedera karena terjatuh atau kepeleset pas lagi sibuk-sibuknya ngejalanin tugas pengamanan di area lokasi demonstrasi. Kondisi lapangan yang chaos dan padat emang bikin rawan banget bikin orang hilang keseimbangan.
Jadi, buat kalian yang kemarin udah telanjur emosi dan mikir macem-macem soal bentrokan fisik yang bikin kaki beliau patah, sekarang udah clear ya! Cedera itu murni kecelakaan kerja karena jatuh waktu bertugas, bukan karena diserang sama para demonstran di depan Gedung DPR RI.