Militer Iran lewat TV pemerintahnya bilang kalau mereka kepaksa nutup lagi selat itu gara-gara Washington dianggap nggak nepatin janji. Iran kesel banget karena AS tetep lanjutin blokade laut buat kapal-kapal yang mau keluar-masuk pelabuhan Iran.
“Pokoknya sampai AS kasih kebebasan buat semua kapal yang mau ke Iran, situasi di Selat Hormuz bakal kita kawal ketat alias ditutup!” tegas komando militer Iran.
Donald Trump Kasih ‘Umpan’ Panas
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump malah makin mancing emosi. Dia bilang kalau blokade pelabuhan Iran nggak bakal dicabut selama nggak ada kesepakatan damai yang jelas.
Yang bikin makin deg-degan, gencatan senjata antara Teheran dan Washington bakal berakhir Rabu depan, dan Trump ngasih kode kalau dia mungkin nggak bakal memperpanjang gencatan senjata itu. “Mungkin nggak saya perpanjang, tapi blokade ya tetep jalan,” kata Trump santai pas ditanya wartawan. Fix, nggak ada obat!
Gara-gara Masalah ‘Tarif’ dan Gengsi
Padahal sebelumnya Iran udah sempet buka selat itu pas ada gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Tapi ya gitu, Teheran langsung kasih ultimatum: “Blokade lanjut, selat kita tutup!”
Titik buntu dari masalah ini ternyata gara-gara Iran pengen narik ‘pungutan tarif’ buat kapal yang lewat situ, tapi Trump langsung nolak mentah-mentah. “Nggak ada cerita pake tarif-tarifan!” tegas Trump.
Situasi di Selat Hormuz sekarang makin runyam karena resmi ditutup total per Sabtu (18/4) setelah Iran merasa AS melanggar janji, apalagi deadline gencatan senjata bakal habis hari Rabu depan dan Donald Trump sudah kasih kode nggak bakal memperpanjangnya, yang otomatis bikin harga minyak dunia terancam makin “terbang” dan nggak ngotak kalau jalur distribusi paling vital ini terus-terusan dijadikan bahan rebutan ego kedua negara.