Home Luar NegeriRibuan Penipu Online Diciduk Malaysia, Banyak Warga Indonesia

Ribuan Penipu Online Diciduk Malaysia, Banyak Warga Indonesia

by CeritaBerita

Waduh, buat kalian yang hobi main gadget, mendingan lebih waspada deh! Kabar terbaru dari negeri tetangga, Kepolisian Malaysia baru aja “panen” besar-besaran. Nggak tanggung-tanggung, ada sekitar 2.251 orang yang diciduk gara-gara terlibat sindikat penipuan online alias scamming sejak awal tahun sampai (07/05) ini.

Gila banget, kan? Ternyata kejahatan siber di Asia Tenggara emang lagi masif-masifnya, dan mirisnya, ada warga kita (WNI) juga yang ikut terseret di dalamnya.

Empat Operasi “Sapu Bersih” di Bukit Aman

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Bukit Aman, Rusdi Mohd Isa, pas konferensi pers hari Rabu (6/5) di Kuala Lumpur, ngebongkar kalau mereka punya empat jurus maut buat nangkep para pelaku ini: Ops Taring, Ops Belatuk, Ops Frontier, dan Ops Cenderahati.

  • Ops Taring (26 Jan – 5 Feb 2026): Di sini polisi nangkep 430 orang. Nah, yang bikin geleng-geleng, mayoritasnya orang asing (270 orang), termasuk dari Indonesia, China, dan Taiwan. Sisanya warga lokal yang jadi operator. Modusnya? Mereka pura-pura jadi polisi atau orang bank, pake teks skrip yang rapi banget buat nipu korban.
  • Ops Belatuk (13 – 19 April 2026): Fokusnya nyasar 403 orang yang terlibat penipuan kerja sampingan (freelance) dan e-commerce. Di sini banyak yang jadi “keledai rekening” alias orang yang minjemin rekeningnya buat nampung duit haram. Kerugian dari kasus kerjaan palsu ini aja udah tembus RM219,6 juta atau hampir Rp 1triliun!

Sindikat Internasional yang Makin Licin

Nggak berhenti di situ, Ops Frontier yang jalan dari 1 April sampai 7 Mei 2026 malah lebih dahysat lagi karena berhasil ngamanin 1.372 orang! Terakhir, ada Ops Cenderahati yang nangkep 46 orang spesialis penipuan souvenir fiktif.

Polisi Malaysia bilang kalau para sindikat ini makin pinter. Mereka nggak cuma main di satu negara, tapi lintas batas. Makanya, keterlibatan warga Indonesia di sana jadi alarm keras buat kita semua. Jangan sampe tergiur kerjaan gaji gede di luar negeri tapi ternyata malah disuruh jadi tukang tipu atau jual-beli rekening bank.

Fenomena ini jadi pengingat kalau literasi digital itu penting banget, guys. Jangan gampang percaya sama nomor asing yang ngaku-ngaku aparat, dan jangan pernah kasih akses rekening atau ATM ke orang lain dengan imbalan duit.

Intinya, kerja sama antarnegara di Asia Tenggara emang lagi diperketat banget buat mutus rantai kejahatan siber yang makin ribet ini. Stay safe di internet ya, jangan sampe jadi korban, apalagi jadi pelaku!

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar