Kabar penting dari Jawa Tengah, akhirnya pelarian “Kiai” yang satu ini berakhir juga di tangan polisi! Jadi, Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Pati, resmi diciduk setelah sempat bikin heboh karena menghilang pasca ditetapkan jadi tersangka kasus pencabulan ke puluhan santriwatinya.
Penangkapan ini bener-bener dramatis. Bayangin aja, dia sempat mangkir dari pemeriksaan di Polresta Pati pada Senin, 4 Mei 2026. Bukannya kooperatif, Ashari malah milih buat main “petak umpet” lintas provinsi.
Jejak Pelarian: Dari Bogor sampe Wonogiri
Polisi nggak tinggal diam. Tim Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, langsung gercep ngejar tersangka sejak tanggal 4 Mei itu. Ashari ternyata sempat pindah-pindah lokasi biar nggak kelacak. Dia sempat kabur ke Kudus, terus melipir ke Bogor, mampir ke Jakarta, lanjut ke Solo, sampai akhirnya perjalanannya terhenti di Wonogiri.
Nah, tepat pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 04.00 WIB subuh tadi, polisi akhirnya berhasil nangkep Ashari di Wonogiri. Langsung deh dia digelandang balik ke Mapolresta Pati buat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Nggak ada lagi cerita kabur-kaburan!
Yang bikin nyesek, aksi bejat ini diduga udah dilakukan berulang kali selama hampir empat tahun, tepatnya dari Februari 2020 sampai Januari 2024. Modusnya? Dia pakai doktrin agama buat ngelumpuhin mental para santriwatinya. Dia bilang kalau murid itu harus nurut banget sama guru atau kiai. Bener-bener jahat banget, memanfaatkan kepercayaan demi nafsu pribadi.
Kasus ini sendiri mulai terendus dari laporan tahun 2024 lalu. Korbannya bahkan ada yang masih usia 15 tahun pas pertama kali kejadian. Total ada sekitar 50 santriwati yang diduga jadi korban, tapi sejauh ini baru 5 orang yang berani kasih keterangan.
Ancaman Hukuman Nggak Main-Main
Polisi negasin kalau pencabutan laporan dari beberapa saksi nggak bakal menghentikan kasus ini karena ini delik umum. Ashari bakal dijerat pasal berlapis dari UU Perlindungan Anak dan UU TPKS. Ancamannya nggak main-main, bisa sampai 15 tahun penjara! Buat kalian yang merasa jadi korban atau tahu info lebih lanjut, polisi minta jangan takut buat lapor. Identitas bakal dijaga ketat kok. Yuk, kita kawal kasus ini sampe tuntas biar nggak ada lagi oknum yang ngerusak masa depan anak bangsa pake kedok agama.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.