Hujan-hujanan bukan halangan buat para pejuang hak pekerja! Hari ini, Kamis (7/5), kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), mendadak jadi lautan buruh. Meskipun kondisi lagi hujan sedang dari jam 10.55 WIB, semangat massa nggak luntur sedikit pun buat menyuarakan keresahan mereka.
Massa yang turun ke jalan ini gabungan dari beberapa organisasi gede, mulai dari KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia), SPN (Serikat Pekerja Nasional), sampai FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia). Kompak banget, mereka semua pakai atribut organisasi masing-masing sambil bawa tuntutan yang sama.
Isu Tunggal: Lawan Aturan Outsourcing!
Presiden KSPI, Pak Said Iqbal, juga kelihatan hadir langsung buat mimpin aksi. Nggak pakai ribet, kali ini buruh cuma bawa satu isu panas alias “isu tunggal”. Mereka menuntut pemerintah buat segera merevisi atau memperbaiki Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 tentang Alih Daya.
Buat kalian yang belum tahu, aturan alih daya atau outsourcing ini emang jadi momok buat para pekerja karena dianggap bikin status pekerjaan jadi nggak pasti. Makanya, ada empat spanduk raksasa yang dibentangkan dengan tulisan tegas: “Cabut Permenaker Nomor 7 Tahun 2026 Tentang Pekerjaan Alih Daya”.
Ada pemandangan unik sekaligus miris juga pas aksi tadi. Karena hujannya makin awet, beberapa spanduk ukuran sedang akhirnya dipakai buruh buat berteduh darurat. Bener-bener perjuangan banget deh demi nasib pekerja ke depannya!
Dampak di Lapangan
Gara-gara aksi massa ini, kawasan Gatot Subroto dipastikan bakal makin macet parah. Jadi, buat kalian yang punya agenda lewat arah Semanggi atau Kuningan hari ini, mending cari jalan alternatif atau pantau aplikasi navigasi biar nggak terjebak antrean kendaraan.
Sampai siang ini, aksi masih terus berlanjut. Para buruh berharap suara mereka didengar sama pihak Kemenaker biar aturan yang dirasa merugikan itu bisa segera dibenahi. Kita doakan aja semoga ada solusi terbaik buat kedua belah pihak dan aksi tetep berjalan damai sampai selesai.
Tetap waspada buat yang lagi di jalan, dan semangat terus buat Bapak dan Ibu buruh yang lagi berjuang di bawah guyuran hujan!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.