Home NasionalPredator Berkedok Guru, DPR Desak Sanksi Paling Berat!

Predator Berkedok Guru, DPR Desak Sanksi Paling Berat!

by CeritaBerita

Dunia pendidikan kita lagi nggak baik-baik aja. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, baru aja ngasih peringatan keras alias alarm darurat soal kasus kekerasan seksual yang makin marak di sekolah sampai pondok pesantren (ponpes). Serius, ini beneran ngeri banget!

Alarm Keras dari Wakil DPR RI untuk Sekolah dan Ponpes

Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta pada hari Jumat (8/5), Cucun bilang kalau masalah ini nggak bisa disepelein lagi. “Ini harus disikapi dengan serius. Darurat kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk ponpes, harus ditindak tegas,” tegas beliau.

Cucun nyoroti beberapa kasus yang belakangan ini bikin publik emosi jiwa. Salah satunya adalah kasus di Pati, Jawa Tengah, di mana pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo diduga nyabulin puluhan santriwati. Nggak cuma itu, ada juga kasus di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelakunya ini pengajar sekaligus alumni yang tega mencabuli sekitar 17 santri laki-laki. Duh, bener-bener nggak habis pikir ya!

Sebagai pimpinan DPR yang ngurusin bidang kesejahteraan rakyat, Cucun nggak mau tinggal diam. Dia minta penegak hukum jangan kasih kendor! Pelaku harus dapet sanksi super berat biar ada efek jera. Selain itu, yang paling penting adalah perlindungan buat para korban. Negara wajib ngejamin kesehatan fisik, psikologis, keamanan, sampai pemulihan trauma mereka.

Rencana Pemanggilan Kementerian Terkait dan Evaluasi Standar Keamanan

Nggak cuma omongan, DPR lewat Komisi VIII dan Komisi X rencananya bakal manggil kementerian dan lembaga terkait buat bahas solusi darurat ini. Mereka mau pastiin kalau ponpes dan sekolah umum punya standar perlindungan yang oke buat para siswa atau santrinya.

Satu hal yang jadi fokus Cucun adalah soal “relasi kuasa”. Seringkali korban takut lapor karena pelakunya orang yang punya jabatan atau pengaruh besar. Makanya, DPR mau dorong adanya sistem pelaporan yang aman dan gampang diakses sama santri tanpa mereka ngerasa terancam.

Intinya, lingkungan pendidikan harusnya jadi tempat paling aman buat belajar, bukan malah jadi tempat yang nakutin. “Kekerasan seksual nggak bisa ditoleransi!” pungkas Cucun. Semoga aja langkah tegas ini beneran bisa bikin sekolah dan ponpes kita bersih dari predator ya, Gengs! Stay safe dan selalu waspada ya!

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: antaranews.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar