Wah, kacau banget sih ini! Sumpah, denger beritanya aja bikin emosi naik ke ubun-ubun. Bayangin, seorang pendiri pondok pesantren (ponpes) di Tlogowungu, Pati, yang harusnya jadi panutan dan pelindung, malah diduga tega ngerusak masa depan puluhan santriwatinya sendiri.
Puluhan Santriwati Jadi Korban, Modus Berlangsung Bertahun-tahun
Kasus ini bener-bener pecah dan jadi sorotan nasional hari ini, Rabu (6/5). Tersangka yang punya inisial AS ini nggak tanggung-tanggung jahatnya. Berdasarkan keterangan dari pengacara korban, Ali Yusron, jumlah korbannya diperkirakan mencapai 50 santriwati! Gila nggak tuh? Kebanyakan dari mereka masih bocil alias di bawah umur, sekitaran kelas 1 dan 2 SMP. Modusnya diduga udah berjalan dari tahun 2024, tapi baru bener-bener kebongkar sekarang.
Reaksi Keras PBNU: “Ini Kejahatan Serius yang Menodai Agama”
Pihak PBNU pun nggak tinggal diam dan langsung kasih statement keras. Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur, tegas banget bilang kalau ini adalah kejahatan serius yang nggak masuk akal.
“Ini bukan cuma langgar hukum, tapi udah melenceng jauh dari nilai agama dan akhlak. PBNU bener-bener prihatin,” intinya gitu kata Gus Fahrur.
Gus Fahrur juga nge-gas soal oknum yang suka pakai dalih agama buat nutupin kelakuan bejatnya. Beliau bilang kalau itu adalah bentuk kesesatan yang harus diluruskan. Nggak ada ceritanya simbol agama dipakai buat melegalkan kekerasan seksual. Itu murni ulah oknum dan sama sekali nggak mencerminkan tradisi pesantren yang harusnya suci dan penuh adab.
Bukan cuma PBNU, ternyata Wapres Gibran juga kabarnya ikutan mengecam keras kelakuan si AS ini. Sekarang posisi si tersangka udah dipanggil polisi tapi malah mangkir, jadi kabarnya bakal segera dijemput paksa. Fix sih, nggak ada kata damai buat predator kayak gini!
PBNU juga minta supaya sistem perlindungan di pesantren dievaluasi total. Jangan sampai ada lagi santri yang merasa nggak aman di tempat mereka belajar. Korban-korban yang jumlahnya puluhan itu juga wajib dapet pendampingan psikologis biar trauma mereka bisa sembuh.
Pokoknya, netizen dan warga Pati berharap polisi nggak kasih kendor. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya biar jadi pelajaran buat siapa pun. Kita kawal terus kasus ini sampai tuntas!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.