Kabar gembira buat para pahlawan tanpa tanda jasa! Hari Senin, (11/05), suasana di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, terasa lebih adem. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, baru aja ngasih pernyataan yang bikin hati para guru non-ASN jadi tenang. Beliau negasin kalau nggak bakal ada PHK massal buat guru non-ASN di tahun 2027 nanti.
Isu soal PHK massal ini emang sempat bikin ketar-ketir, apalagi ada aturan kalau status non-ASN itu bakal berakhir di tahun 2026. Tapi tenang, Nunuk mengutip janji dari Menpan RB, Rini Widyantini, kalau pemerintah nggak bakal main pecat gitu aja. Saat ini, pemerintah lagi sibuk ngerumusin gimana skema terbaik buat menata kebutuhan guru ke depannya.
Status Berubah, Bukan Berhenti Mengajar
Nunuk jelasin kalau kuncinya ada di “penataan status”. Jadi, meski tahun depan status “non-ASN” itu udah nggak boleh ada lagi, bukan berarti gurunya dilarang mengajar. Pemerintah justru sadar banget kalau kehadiran guru-guru ini masih sangat dibutuhkan buat ngisi kekurangan tenaga pengajar di berbagai daerah.
Biar nggak makin galau, kalian harus tahu kalau seleksi dengan skema tertentu bakal tetap ada untuk menentukan status guru ke depannya, meskipun jumlah kuota dan teknisnya masih terus digodok oleh pemerintah. Oleh karena itu, pesan dari Kemendikdasmen sih simpel: “Bapak Ibu guru tetap bertugas aja seperti biasa” sementara proses ini berjalan.
Surat Edaran Jadi Payung Hukum
Kemendikdasmen juga udah ngeluarin Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2026. SE ini bukan cuma kertas biasa, tapi rujukan buat Pemerintah Daerah (Pemda) biar tetap mempekerjakan guru-guru non-ASN tersebut. Nunuk bilang, ini adalah bentuk kepedulian nyata biar Pemda nggak bingung harus ngapain.
Intinya, Pemda sendiri sebenarnya masih butuh banget jasa para guru ini. Jadi, daripada dengerin narasi PHK massal yang menyesatkan, lebih baik fokus ngajar sambil nunggu skema penataan yang lagi disiapin.
Gimana? Udah bisa napas lega kan? Semoga proses transisinya lancar jaya dan kesejahteraan guru makin terjamin di tahun-tahun mendatang!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.