Home HukumRatusan WNA Judol Hayam Wuruk Disidang, Siapa Bosnya?

Ratusan WNA Judol Hayam Wuruk Disidang, Siapa Bosnya?

by CeritaBerita

Jakarta Barat lagi panas banget, nih. Bukannya karena cuaca, tapi gara-gara Bareskrim Polri baru aja ngebongkar sarang raksasa sindikat judi online (judol) internasional. Nggak tanggung-tanggung, markas mereka ini berada di sebuah gedung perkantoran elite, yaitu Hayam Wuruk Plaza Tower, Taman Sari, Jakarta Barat.

Penggerebekan yang dilakuin pada Sabtu (9/5) kemarin bener-bener bikin kaget. Bayangin aja, polisi berhasil nge-jaring total 320 Warga Negara Asing (WNA) yang lagi asyik “ngantor” ngurusin judol. Dan kabar terbarunya hari ini, Senin (11/5), Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, mastiin kalau para WNA ini nggak bakal langsung dideportasi gitu aja. Mereka harus ngerasain dinginnya lantai penjara dan menjalani sidang di Indonesia!

Ratusan WNA Jadi Tersangka, Siap-siap Sidang!

Dari 320 orang yang keciduk, sebanyak 275 orang sudah resmi menyandang status tersangka. Isinya bener-bener campuran dari berbagai negara, mulai dari 57 warga China, 228 warga Vietnam (ini yang paling banyak, sih!), sampai ada juga yang dari Laos, Myanmar, Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Polisi tegas banget, mereka bakal dilimpahkan ke kejaksaan sampai masuk ke meja hijau. Jadi, jangan harap mereka bisa langsung kabur ke negara asal setelah bikin kacau di sini. Pasal yang menjerat mereka juga nggak main-main, pake UU KUHP terbaru tentang perjudian.

Polisi Lagi Berburu “Big Boss” dan Penyokong Dana

Nah, yang bikin penasaran, siapa sih yang modalin operasional segede ini? Masa iya ratusan WNA ini dateng sendiri terus nyewa gedung perkantoran tanpa ada yang “backing”?

Brigjen Wira bilang kalau pihaknya sekarang lagi gandeng PPATK buat mencari aliran duit mereka. Polisi pengen tau siapa “sponsor” yang mendatangkan mereka, siapa yang bayarin sewa gedung, sampai siapa dalang atau bos besar di balik jaringan internasional ini.

“Mohon waktu ya, kita masih pendalaman,” ujar Brigjen Wira. Intinya, polisi nggak mau cuma nangkep “karyawan”-nya aja, tapi pengen nyikat sampai ke akar-akarnya.

Semoga aja dengan langkah tegas ini, sindikat-sindikat judol internasional makin ciut nyalinya buat buka lapak di Indonesia. Buat kalian, jangan sampai kegoda main ginian ya, yang ada malah boncos! Mari kita pantau terus siapa “ikan gede” yang bakal ketangkep selanjutnya. Stay alert, guys!

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar