Home HukumSkandal Haji Memanas, Tiga Bos Travel Diperiksa KPK

Skandal Haji Memanas, Tiga Bos Travel Diperiksa KPK

by CeritaBerita

Drama korupsi kuota haji makin panas aja nih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi gas pol ngulik kasus yang menyeret mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (YCQ). Pada Kamis, (30/04), penyidik KPK manggil tiga bos biro travel haji dan umrah buat diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ketiga saksi yang dipanggil itu bukan orang sembarangan, mereka adalah Budiyana (Direktur PT Bagja Bagea Balarea), Ina Irwina (Dirut PT Cahaya Raudah), dan Andina Adira (Direktur PT Megacitra Intinamandiri). Mereka dicecar soal gimana sih sebenernya permainan di balik layar penyelenggaraan haji tahun 2023-2024.

Modus “Jual Beli” Kuota Antar-Travel

Jubir KPK, Budi Prasetyo, ngejelasin kalau tim penyidik lagi curiga berat sama adanya praktik jual beli kuota haji tambahan. Ternyata, masing-masing asosiasi travel haji dapetin jatah kuota yang beda-beda. Nah, ini yang bikin KPK bingung: apa mekanismenya? Kok ada yang dapet banyak, ada yang dikit?

Nggak cuma itu, KPK juga nyium aroma amis soal adanya PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) yang “nggak punya bendera” tapi anehnya bisa tetep berangkatin jemaah. Diduga kuat, ada transaksi jual beli kuota antar-travel setelah kuota tambahan dibagikan. Jadi, kuota itu kayak barang dagangan yang dipindah-tangankan demi cuan ilegal.

Daftar Tersangka Makin Panjang

Sampai saat ini, total sudah ada empat orang yang resmi jadi tersangka. Selain Gus Yaqut dan mantan stafsusnya, Gus Alex, ada dua nama baru yang ikutan masuk daftar:

  1. Ismail Adham (ISM), Direktur Operasional Maktour.
  2. Asrul Azis Taba (ASR), Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri.

Dugaannya ngeri, Ismail dan Asrul diduga setor uang ke Gus Yaqut lewat perantara si Gus Alex. Katanya sih, Ismail ngasih sekitar USD 30 ribu ke Gus Alex, plus ada juga “salam tempel” ke mantan Dirjen PHU, Hilman Latief, sebesar USD 5.000 dan SAR 16 ribu.

Bayangin, uang sebanyak itu harusnya buat benerin layanan haji biar jemaah nyaman, eh malah diduga masuk kantong pribadi oknum-oknum ini. Kita tunggu aja ya gimana hasil pemeriksaan maraton KPK ini di Kuningan. Semoga semuanya makin terang benderang dan ibadah suci umat Islam nggak dikotori lagi sama praktik kayak gini.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com dan beritasatu.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar