Duh, kabar duka datang dari Semarang Tengah, nih. Si jago merah baru aja ngamuk hebat di Pasar Kanjengan dan bikin suasana malam yang harusnya tenang jadi mencekam banget. Kejadiannya pecah mulai Rabu malam (29/4) sekitar jam 23.00 WIB dan apinya baru bener-bener ketahuan dampaknya pas Kamis dini hari (30/4).
Nggak tanggung-tanggung, dampaknya bener-bener bikin nyesek. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, yang langsung turun ke lokasi bilang kalau ada sekitar 480 kios yang hangus terbakar. Bayangin, ratusan tempat cari nafkah warga ludes gitu aja dalam semalam.
Awal Mula Api: Dari Peti Buah Kosong?
Menurut cerita salah satu penjual buah di sana yang namanya Anton (36), api itu awalnya muncul dari area pasar buah, tepatnya di ujung utara pertokoan. Anton bilang kalau titik apinya berasal dari tumpukan keranjang sampah atau peti-peti buah kosong yang ada di sana.
Awalnya mungkin kelihatan sepele, tapi karena banyak material yang gampang kebakar, cuma butuh waktu 15 menit buat api itu “lari” merambat ke area pertokoan di bagian tengah Pasar Kanjengan. Setelah itu, apinya makin menggila dan ngerembet ke sisi-sisi toko lainnya. Suasana di lokasi pas kejadian bener-bener chaos karena api cepet banget membesar.
Perjuangan Tim Damkar di Lokasi
Petugas Damkar Semarang pun langsung gercep meluncur ke Semarang Tengah buat jinakin api. Tapi ya gitu, karena yang terbakar jumlahnya sampai ratusan kios, proses pemadamannya butuh perjuangan ekstra keras. Sampai Kamis dini hari, petugas masih terus berjibaku di lokasi buat mastiin nggak ada sisa-sisi api yang bisa nyala lagi.
Kejadian ini bener-bener jadi pukulan telak buat para pedagang di Pasar Kanjengan. Ratusan kios yang biasanya ramai sekarang tinggal puing-puing doang. Kita doakan ya semoga para pedagang yang terdampak diberikan ketabahan dan bisa segera bangkit lagi.
Buat kalian yang tinggal di area padat atau pasar, tetep waspada sama potensi kebakaran ya, terutama soal sampah atau barang pecah belah yang gampang kesulut api. Stay safe, cah Semarang!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.