Waduh, Stadion GBLA mendadak panas nih, tapi bukan cuma karena pertandingan! Pas laga Persib Bandung lawan Arema FC, Jumat malam (24/4), ada pemandangan yang bikin salfok: spanduk raksasa bertuliskan “Shut Up KDM”.
Spanduk kain putih dengan tulisan hitam-merah ini mulai mejeng di tribun utara—markasnya para suporter militan—pas awal babak kedua sampai peluit panjang bunyi. Sontak aja, 29.000 penonton di stadion langsung riuh, dan beritanya langsung viral parah di medsos!
Kenapa pada Protes?
Usut punya usut, aksi ini diduga kuat jadi bentuk “sentilan” keras buat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), karena banyak Bobotoh yang mulai risi. Mereka ngerasa KDM terlalu sering bawa-bawa nama Persib dalam pernyataan publiknya cuma buat kepentingan politik atau sekadar “cari panggung” doang. Intinya, suporter nggak mau klub kebanggaan mereka dipolitisasi terus-terusan demi popularitas pihak tertentu.
Masalah makin panas gara-gara postingan KDM soal adanya sokongan dana Rp1 miliar dari Maruarar Sirait buat Persib. Bukannya seneng dapet duit, suporter malah nggak suka karena mereka pengen Persib tetep mandiri dan punya martabat tanpa harus ada embel-embel klaim politik di belakangnya. Para suporter ini pengen jagain martabat klub biar tetep bersih dari kepentingan luar yang nggak ada hubungannya sama prestasi di lapangan hijau.
Skor Kacamata yang Bikin Greget
Ironisnya, di tengah panasnya isu spanduk “Shut Up KDM”, performa Persib di lapangan malah lagi kurang greget. Meskipun tampil dominan dan terus-terusan nyerang, Maung Bandung harus puas berbagi poin karena pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0.
Gagal menang di kandang sendiri plus adanya protes keras dari suporter kayaknya bakal jadi PR besar nih buat manajemen dan pihak terkait. Intinya, suporter pengen Persib fokus di bola aja, jangan dijadiin alat politik!
Gimana menurut kalian, setuju nggak sama aksi suporter kali ini?