Sebuah video pengakuan dari seorang perempuan tiba-tiba bikin heboh dan jadi perbincangan hangat warga netizen di media sosial. Video yang diunggah oleh akun TikTok @ithamarkus tersebut menampilkan curahan hati seorang wanita yang merasa kaget luar biasa usai mengetahui status hukum rumah tangganya.
Bagaimana tidak, perempuan ini mengaku tidak pernah melangkah ke kantor pengadilan untuk mengurus perceraian. Namun, tanpa ia duga sebelumnya, sebuah dokumen resmi keputusan cerai justru keluar dan mencantumkan namanya sebagai pihak yang mengajukan gugatan. Karena merasa ada hal yang sangat janggal dan merugikan dirinya, ia memberanikan diri membuat video tersebut dengan harapan bisa mendapat keadilan serta perhatian dari publik. Bahkan, ia secara terbuka meminta bantuan kepada sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar masalah yang menimpanya ini bisa segera ditindaklanjuti secara adil.
Kejanggalan Dokumen dan Dugaan Pemalsuan Kuasa Hukum
Dalam video yang terus bergulir di media sosial tersebut, sang perempuan mengungkapkan kebingungannya atas prosedur hukum yang berjalan tanpa sepengetahuannya. Tempat kejadian perkara hukum ini berada di wilayah Pengadilan Agama Karawang. Ia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak pernah mendaftarkan dokumen apa pun, apalagi mengikuti jalannya proses persidangan dari awal sampai akhir.
“Saya tidak pernah mendaftarkan gugatan cerai, tapi tiba-tiba ada putusan dari Pengadilan Agama Karawang,” tuturnya dengan nada penuh tanda tanya.
Kejanggalan ini terasa makin berat karena ia juga mendapati ada dua nama advokat yang tertera mengatasnamakan dirinya dalam perkara tersebut. Perempuan ini menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mengenal kedua orang tersebut. Ia merasa tidak pernah bertemu, menandatangani surat kuasa, ataupun memberikan wewenang dalam bentuk apa pun kepada pengacara mana pun untuk mewakilinya di persidangan. Hal inilah yang membuatnya menduga kuat adanya permainan dokumen atau pelanggaran prosedur hukum yang sengaja dibuat oleh pihak tertentu.
Perjuangan Menuntut Keadilan demi Masa Depan Anak
Selain memperjuangkan kejelasan status hukumnya yang janggal, perempuan tersebut juga membagikan kisah personal hidupnya yang sedang berada di titik terendah. Saat ini, ia harus menanggung beban hidup yang tidak mudah sendirian. Ia mengaku mengalami tekanan yang sangat berat, baik dari segi mental, fisik, hingga kondisi finansial keluarga. Situasi ini terasa makin berat karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, sehingga ia tidak lagi memiliki tempat untuk mengadu atau berlindung secara langsung.
Oleh karena itu, melalui unggahan video yang diunggah pada pertengahan bulan ini, ia berharap suara kecilnya bisa terdengar oleh para penegak hukum dan pejabat terkait. Ia menegaskan bahwa perjuangannya ini bukan sekadar untuk dirinya sendiri, melainkan demi memperjuangkan hak dan masa depan anak-anaknya. “Saya tidak terima karena merasa dirugikan. Tolong bantuan keadilannya untuk saya dan anak-anak saya,” pungkasnya dengan penuh harapan agar kebenaran atas kasus di Karawang ini bisa segera terungkap secara terang benderang.