Home BeritaDituduh Pelakor! Wanita Di Sampang Dilumuri Bubuk Cabai

Dituduh Pelakor! Wanita Di Sampang Dilumuri Bubuk Cabai

by CeritaBerita

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mendadak viral dan menyita perhatian publik. Korban yang diketahui berinisial MR (27), warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, menjadi sasaran amuk sejumlah emak-emak setelah dituding menjadi perusak rumah tangga orang lain atau pelakor.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian, peristiwa dugaan penganiayaan ini sejatinya terjadi pada Senin (10/8) sekitar pukul 20.00 WIB. Adapun lokasi kejadian bertempat di sebuah Postu tempat praktik bidan yang berada di Dusun Tetean, Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang. Namun, rekaman videonya yang berdurasi lebih dari 7 menit tersebut baru ramai menyebar di media sosial hingga Rabu (12/8).

Aksi Main Hakim Sendiri Hingga Dilumuri Cabai

Dalam video yang beredar luas di tengah masyarakat, kondisi korban tampak sangat memprihatinkan. Korban terkapar di lantai sambil dijambak rambutnya dan dipegangi oleh beberapa orang. Tak berhenti di situ, tindakan main hakim sendiri tersebut terasa semakin brutal karena para pelaku tega melumuri tubuh korban dengan bubuk cabai yang memberikan efek panas dan perih mendalam.

Di dalam rekaman tersebut, korban yang sudah tidak berdaya terdengar berulang kali menangis serta memohon maaf menggunakan bahasa daerah agar aksi penganiayaan tersebut segera dihentikan. Namun, teriakan dan rintihan korban justru dibalas dengan umpatan amarah dari para pelaku yang menyindir aksi perselingkuhan korban dengan pria beristri yang sudah memiliki anak.

Penyelidikan Pihak Kepolisian dan Motif Asmara

Kapolsek Ketapang, AKP Kusmanto, membenarkan adanya insiden pengeroyokan terhadap korban berinisial MR tersebut. Pihaknya mengonfirmasi bahwa pengeroyokan ini dipicu oleh motif asmara, di mana korban diduga menjalin hubungan gelap dengan suami dari salah satu pelaku. Salah satu terduga pelaku utama yang terlibat dalam aksi kekerasan ini berinisial H, yang diketahui berprofesi sebagai seorang bidan setempat.

Hingga Kamis (13/8), pihak Polres Sampang melalui Kasi Humas AKP Eko Puji Waluyo menyampaikan bahwa korban belum membuat laporan resmi terkait penganiayaan yang dialaminya. Kendati demikian, jajaran kepolisian dari Polsek Ketapang dan Polres Sampang sudah mengantongi informasi lengkap serta terus mendalami peristiwa ini agar tidak menimbulkan kegaduhan lebih lanjut di tengah lingkungan masyarakat.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar