Lagi viral banget nih di medsos video pengeroyokan yang bikin netizen ngelus dada. Kejadiannya menimpa dua orang satpam di SMK 1 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Insiden ngeri ini terjadi di Jalan Pemuda, Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali dan jadi tontonan warga sekitar yang lewat di jalur itu.
Berawal dari Teguran Soal Rokok dan Panjat Pagar
Info yang dirilis per Kamis, (14/05), cerita bermula pas satpam sekolah lagi patroli dan nemuin beberapa siswa yang ngelanggar aturan. Mereka kedapatan lagi asyik merokok sambil manjat pagar sekolah. Karena itu tindakan melanggar, satpam pun langsung negur dan bawa anak-anak itu ke ruang Bimbingan Konseling (BK) buat didata.
KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, ngejelasin kalau para siswa ini diduga nggak terima dan dendam karena ditegur. Akhirnya, mereka sengaja nungguin si satpam sepulang sekolah di luar gerbang. Pas korban lewat, para siswa ini langsung nyerang secara brutal pake tangan kosong sampai ada yang ngepruk pake kunci motor.
Dua satpam yang jadi korban diketahui berinisial MR (24) dan MS (28). Di dalam video yang beredar, kelihatan banget salah satu korban sampai jatuh bangun pas berusaha nahan serangan dari murid-muridnya sendiri. Untungnya, ada seorang ASN dan beberapa siswa lain yang sadar lalu gercep misahin keributan itu sebelum makin parah. Akibat pengeroyokan ini, kedua satpam mengalami luka-luka dan langsung ngelaporin kasusnya ke Polres Polman.
@rakyatacehnews Dua satpam SMK 1 Polewali berinisial MR (24) dan MS (28) menjadi korban pengeroyokan sejumlah siswa di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Peristiwa itu diduga terjadi setelah korban menegur beberapa siswa yang kedapatan merokok dan memanjat pagar di lingkungan sekolah. KBO Sat Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, membenarkan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama tersebut. “Telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang berawal saat seorang satpam menegur beberapa siswa yang memanjat pagar dan merokok di lingkungan sekolah,” kata Iptu Iwan Rusmana. Dalam potongan video pendek yang beredar, tampak dua pria yang diduga satpam terlibat keributan dengan sejumlah siswa di luar area sekolah. Salah satu pria terlihat terdesak hingga sempat terjatuh. Ia kemudian mencoba memberikan perlawanan saat diserang oleh para siswa. Di lokasi kejadian, terlihat pula seorang pria berseragam ASN berusaha melerai keributan tersebut. Upaya itu juga dibantu oleh beberapa siswa lainnya yang mencoba menghentikan aksi pengeroyokan. Polisi Dalami Kasus Pengeroyokan Polisi kini masih mendalami kasus dugaan penganiayaan tersebut. Keterangan para korban, saksi, dan pihak sekolah diperlukan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian. Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di lingkungan pendidikan dan melibatkan siswa yang diduga menyerang petugas keamanan sekolah setelah mendapat teguran. © 2026 RAKYAT SULSEL
♬ suara asli – Harian Pagi Rakyat Aceh
Delapan Nama Siswa Teridentifikasi Terlibat Keributan
Kepala SMK 1 Polewali, Mustari, mastiin kalau pihak sekolah udah mengidentifikasi sekitar delapan nama siswa yang diduga kuat ikutan ngeroyok. Tapi, pihak sekolah belum ngasih sanksi tegas atau ngeluarin mereka karena masih nunggu hasil proses di kantor polisi. Rencananya, hari Senin nanti polisi bakal manggil semua orang tua siswa yang terlibat buat dipertemukan.
Haduh, semoga masalah ini bisa selesai dan jadi pelajaran keras ya buat para pelajar di luar sana. Sekolah itu tempat cari ilmu, bukan tempat cari musuh atau ajang sok jagoan! Stay safe and keep respect, Gengs!