Lagi heboh nih soal film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Judulnya emang terdengar “keras” dan provokatif banget, tapi ternyata Menko Bidang Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, santuy aja nanggapinya. Per Kamis, (14/05), Yusril tegas bilang kalau pemerintah nggak melarang masyarakat buat ngadain nonton bareng alias nobar film ini.
Jangan Baper sama Judul, Fokus ke Isinya Saja
Menurut Yusril, kritik yang ada di dalam film itu masih dalam batas wajar. Beliau ngingetin kita semua supaya jangan gampang kepancing cuma gara-gara judulnya yang kontroversial. Namanya juga film dokumenter, kadang judul emang dibikin eye-catching biar orang penasaran buat nonton. Daripada dilarang-larang, Yusril justru pengen publik punya ruang buat nonton, diskusi, sampai debat terbuka. Dengan begitu, masyarakat kita jadi makin kritis, ada pro dan kontra itu mah bumbu demokrasi, Sob!

Buat yang belum tahu, film Pesta Babi ini lagi highlight soal Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan. Ada beberapa pihak yang ngerasa proyek ini punya dampak kurang oke buat lingkungan dan hak-hak masyarakat adat di sana. Menanggapi hal ini, Yusril malah bilang kalau kritik ini bisa jadi bahan evaluasi buat pemerintah supaya langkah-langkah di lapangan makin bener dan nggak ngerugiin warga lokal.
Pemerintah Bantah Ada Instruksi Pusat buat Bubarkan Acara
Fyi aja nih, proyek pembukaan lahan di Papua Selatan ini sebenarnya sudah mulai jalan dari tahun 2022 zaman Pak Jokowi, dan sekarang dilanjutin buat ketahanan pangan serta energi nasional. Yusril juga sempet ngebantah kalau ada larangan resmi dari pemerintah pusat soal nobar ini. Kalaupun ada kejadian pembubaran nobar di beberapa tempat, beliau mastiin kalau itu bukan instruksi dari pusat atau aparat penegak hukum secara terstruktur.
Jadi, buat kalian yang pengen tahu lebih dalam soal apa yang terjadi di Papua Selatan lewat perspektif film ini, silakan aja tonton. Yang penting tetep tertib, kritis, dan jangan lupa buat dengerin dari berbagai sisi ya! Stay smart, everyone!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.