Home BeritaInsiden Keracunan MBG di Kabupaten Batang

Insiden Keracunan MBG di Kabupaten Batang

by CeritaBerita

Sebanyak 127 orang terpaksa harus menjalani perawatan medis secara intensif di dua rumah sakit dan empat puskesmas di wilayah Kabupaten Batang. Kejadian beruntun ini merupakan buntut dari insiden dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melanda warga di Kecamatan Bawang.

Informasi terkini tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI Trenggono, saat turun ke lapangan untuk meninjau kondisi para korban di RSUD Kalisari Batang pada Sabtu (26/9). Khusus di RSUD Kalisari sendiri, tercatat ada 95 siswa yang sempat masuk untuk mendapatkan penanganan darurat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 siswa sudah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah, sedangkan 55 siswa sisanya masih harus menjalani perawatan intensif.

Makanan Dibawa Pulang Jadi Pemicu Korban Meluas

Ada fakta mengejutkan yang ditemukan oleh tim BGN di lapangan. Ternyata, korban keracunan dalam peristiwa ini tidak hanya dialami oleh para siswa sekolah saja. Sejumlah orang tua, paman, hingga kerabat keluarga lainnya ikut menjadi korban dan mendadak tumbang usai mengonsumsi makanan yang sama.

Fenomena ini terjadi lantaran paket makanan MBG yang seharusnya dihabiskan para murid di lingkungan sekolah justru dibawa pulang ke rumah. Makanan tersebut kemudian baru dikonsumsi bersama anggota keluarga pada sore atau malam hari, yang diduga kuat kondisinya sudah tidak layak atau tercemar.

Evaluasi Prosedur dan Janji Pembenahan BGN

Menanggapi kejadian tersebut, Trenggono menegaskan bahwa membawa pulang paket makanan merupakan sebuah kekeliruan prosedur yang sangat fatal. Makanan masakan yang sudah dibawa keluar dari area sekolah menjadi sangat sulit untuk dipantau kualitas dan kelayakannya. Temuan lapangan ini pun langsung dijadikan sebagai bahan evaluasi besar-besaran bagi BGN.

Ke depannya, BGN berjanji bakal memperketat koordinasi bersama pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pihak sekolah. Aturan ketat akan segera diberlakukan secara tegas: paket MBG wajib hukumnya dihabiskan di sekolah dan sama sekali tidak boleh dibawa pulang.

Saat ini, BGN bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dan instansi terkait masih terus menelusuri penyebab pasti dari insiden ini melalui uji laboratorium sampel makanan. Di akhir kunjungannya, Trenggono menyampaikan apresiasi tinggi atas kesigapan Pemkab Batang dan para tenaga medis yang bergerak sangat cepat menangani seluruh korban.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar