Home BeritaDapur MBG Disorot, Bupati Mamasa Minta SPPG Bertanggungjawab

Dapur MBG Disorot, Bupati Mamasa Minta SPPG Bertanggungjawab

by CeritaBerita

Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), terus menyita perhatian publik. Jumlah siswa yang mengeluhkan sakit perut hingga muntah-muntah dilaporkan terus bertambah hingga mencapai 20 orang pada Selasa (29/9). Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas di wilayahnya untuk mendatangi dan memeriksa kesehatan para siswa di sekolah-sekolah.

Langkah pengecekan massal ini dinilai sangat krusial untuk memastikan kondisi fisik para pelajar sekaligus mengantisipasi munculnya korban baru. Bupati Welem menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan anak-anak sekolah harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, tenaga medis di tiap puskesmas diminta siaga penuh dan segera memberikan pelayanan medis apabila ada siswa yang merasakan gejala tidak nyaman usai menyantap hidangan MBG.

Evaluasi Dapur Pengelola dan Tanggung Jawab Penyedia

Selain mengerahkan tim medis ke sekolah-sekolah, Bupati Welem Sambolangi juga meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tabulahan sebagai pihak penyedia makanan untuk bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas serta operasional dapur pengelola MBG. Menurutnya, porsi pelayanan yang ditanggung oleh satu dapur saat ini dinilai terlalu besar dan berisiko tinggi.

“Apapun hasil lab nanti, tetap perlu dievaluasi dari segi pengelolaan. Karena satu dapur terlalu banyak melayani. Masa cakupan satu dapur penerimanya sampai 3 ribu,” ujar Welem Sambolangi di Mamasa, Sulawesi Barat, pada Selasa (29/9).

Bupati menjelaskan bahwa memasak dalam jumlah yang sangat banyak secara sekaligus memaksa proses pengolahan dilakukan secara terburu-buru. Hal ini berisiko membuat makanan menjadi tidak matang sempurna atau justru cepat basi saat didistribusikan kepada para siswa.

Untuk memastikan penanganan berjalan maksimal, Bupati Welem juga turun langsung meninjau kondisi para siswa yang tengah dirawat intensif di Puskesmas Tabulahan, Kecamatan Tabulahan. Ia memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang optimal hingga kondisinya benar-benar pulih kembali, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi keluar.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar