Home BeritaNasib Tragis Pria Tanjung Priok Diculik Dan Dianiaya

Nasib Tragis Pria Tanjung Priok Diculik Dan Dianiaya

by CeritaBerita

Sebuah kejadian tragis yang menimpa seorang pria berinisial EY (28) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, belakangan ini tengah menyita perhatian publik. Korban diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan berat oleh sekelompok orang hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Kronologi Penculikan yang Terekam CCTV Lingkungan

Aksi nekat para pelaku ini bermula dari rumah korban yang berlokasi di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pada saat itu, EY dijemput langsung dari rumahnya oleh dua orang terduga pelaku yang datang menggunakan satu sepeda motor.

Tanpa bisa melawan, korban kemudian diapit oleh kedua pelaku di atas motor secara berboncengan tiga dan dibawa pergi menuju suatu lokasi. Seluruh detik-detik mencekam saat korban dibawa kabur tersebut ternyata sempat terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) milik warga dan lingkungan sekitar tempat tinggal korban.

Dianiaya Secara Kejam Hingga Dibuang di Pinggir Jalan

Setelah dibawa pergi dari rumahnya, korban diduga digiring ke rumah salah satu pelaku. Di lokasi tersebut, rupanya sudah ada dua orang pelaku lainnya yang telah menunggu kedatangan korban. Di sanalah EY diduga mengalami tindakan penganiayaan berat secara bersama-sama oleh para pelaku.

Usai dihajar habis-habisan, para pelaku lantas membuang tubuh korban begitu saja di pinggir jalan pada Minggu, (6/9). Warga sekitar yang melintas kemudian menemukan korban tergeletak dalam kondisi masih bernapas. Warga yang prihatin segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat dan langsung melarikan korban ke RSUD Koja agar segera mendapatkan pertolongan medis.

Kondisi Korban Memburuk dan Tiga Pelaku Ditangkap

Selama menjalani perawatan medis di RSUD Koja, kondisi kesehatan EY justru terus menurun drastis dan sempat mengalami muntah darah. Hasil pemeriksaan CT scan menunjukkan bahwa korban mengalami pembengkakan fatal pada organ otak akibat benturan keras. Setelah berjuang melawan masa kritisnya, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Pihak keluarga korban yang tidak terima atas kejadian kejam ini kemudian resmi membuat laporan polisi pada Senin, (21/9). Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan para pelaku pengeroyokan.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Adhe Hariadi, mengonfirmasi pada Selasa, (29/9), bahwa pihak kepolisian telah berhasil menangkap dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu pria berinisial YG, RA, dan JAT. Sementara itu, tiga pelaku lainnya yang ikut terlibat dalam aksi penganiayaan ini masih berstatus buron (DPO) dan terus diburu oleh petugas.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar