Puncak kemeriahan upacara penutupan ditandai dengan pertunjukan kembang api yang memukau di langit Jakarta. Selepas itu, dua raksasa sepak bola Asia Tenggara langsung bertarung habis-habisan untuk memperebutkan trofi bergengsi Piala ASEAN FIFA. Pertandingan final ini menyajikan drama luar biasa yang harus ditentukan hingga drama adu penalti.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, pola permainan langsung terlihat jelas. Timnas Thailand memilih bermain lebih bertahan sambil menunggu peluang melalui serangan balik cepat. Sementara itu, skuad Garuda tampil lebih berani dalam menguasai bola dan menekan pertahanan lawan. Namun, ketatnya lini belakang kedua tim membuat peluang bersih sangat sulit tercipta sepanjang satu jam jalannya pertandingan.
Peluang sempat lahir melalui tendangan Mitch Baker dan Calvin Verdonk, namun arah bola masih melebar dari sasaran. Memasuki babak kedua, Thailand harus kehilangan Suphanan Bureerat akibat mengalami cedera. Pertandingan kemudian berjalan semakin sengit dan memasuki fase yang sangat dramatis menjelang berakhirnya waktu normal babak kedua.
Drama Gol Menit Akhir dan Adu Penalti
Petaka menghampiri Thailand ketika bek sayap mereka, Nicholas Mickelson, diganjar dua kartu kuning dalam kurun waktu lima menit. Alhasil, tim berjuluk Changsuek tersebut terpaksa bermain dengan 10 orang pemain di sisa laga. Memanfaatkan situasi ini, tuan rumah langsung memecah kebuntuan pada menit ke-84. Berawal dari tendangan bebas Dean James di tepi kotak penalti, bola sempat membentur pemain pengganti Thailand, Iklas Sanron, sebelum meluncur mulus melewati kiper Saranon Anuin.
Keunggulan Indonesia tidak bertahan lama. Tiga menit berselang, Thailand secara mengejutkan mampu menyamakan kedudukan lewat kerjasama apik. Umpan silang terukur dari Seksan Ratree berhasil disambut Iklas Sanron dengan tendangan voli gemilang di tiang jauh, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.
Pada babak extra time, Thailand yang tampil dengan 10 pemain justru berhasil membalikkan keadaan. Kesalahan lini belakang dimanfaatkan Anan Yodsangwal untuk merebut bola dari Elkan Baggott, lalu memberikan operan matang kepada Peeradol Chamrasamee yang sukses menaklukkan penjaga gawang Emil Audero pada menit ke-111.
Mental baja skuad Garuda kembali terlihat jelang akhir babak tambahan. Elkan Baggott, pemain yang lahir di Bangkok, sukses membayar kesalahannya dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-116 lewat tendangan keras yang membentur mistar bawah gawang. Skor imbang membawa laga menuju adu penalti yang menegangkan.
Dalam drama penalti, kapten Thailand Sarach Yooyen gagal mengeksekusi tendangan ketiganya. Kiper utama Indonesia, Emil Audero, akhirnya keluar sebagai pahlawan kemenangan setelah sukses menggagalkan sepakan penalti dari Nattapong Sayriya. Keberhasilan ini memastikan Timnas Indonesia keluar sebagai juara Piala ASEAN FIFA di hadapan pendukungnya sendiri.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: fifa.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.