Home NasionalWarga Murka! Jembatan Baru Senilai 16 Miliar Di Seluma Hancur Sekejap

Warga Murka! Jembatan Baru Senilai 16 Miliar Di Seluma Hancur Sekejap

by CeritaBerita

Sebuah pemandangan memprihatinkan terjadi di Kabupaten Seluma. Jembatan Air Matan yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, pada Februari lalu, kini dilaporkan sudah hancur dan nyaris tak bisa dilewati.

Padahal, infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Pasar Seluma dan Desa Rawa Indah ini menelan dana fantastis hingga Rp16 miliar.

Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh warga sekitar yang melihat langsung kondisi jembatan pada Senin (4/4/2026). Andy Wijaya, salah satu warga yang mengecek lokasi bersama pengurus RT setempat, mengaku tak percaya jembatan semahal itu rusak dalam waktu sekejap.

“Jembatan Matan ambrol/tergerus, dananya 16 miliar koma. Diresmikan tanggal 6 bulan 2 tahun 2026, ini baru bulan 4 sudah seperti ini kondisinya,” ujar Andy dengan nada kecewa, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, jika tidak segera ditangani, jembatan tersebut akan benar-benar terputus dan tidak bisa lagi digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas.

Warga kini menuntut pertanggungjawaban dan meminta Gubernur Helmi Hasan untuk segera meninjau ulang proyek tersebut. Mereka mempertanyakan kualitas bangunan yang dianggap tidak sebanding dengan anggaran jumbo yang telah dikeluarkan pemerintah.

“Kami mohon kepada Pak Gubernur Bengkulu agar meninjau ulang. Dana Rp16 miliar tapi pembangunan ini tidak bisa dimanfaatkan, yang rugi kami masyarakat,” tegas Andy.

Jembatan Air Matan sebelumnya digadang-gadang sebagai urat nadi perekonomian baru bagi warga Seluma. Namun, dengan kondisi yang amblas hanya dalam hitungan bulan, proyek ini kini justru menuai kritik pedas dari masyarakat yang merasa dikhianati oleh kualitas infrastruktur di daerahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas PUPR Provinsi Bengkulu terkait penyebab pasti amblasnya jembatan tersebut maupun rencana perbaikan darurat.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar