Home BeritaTangis Pejabat Bea Cukai Pecah di Pengadilan Tipikor

Tangis Pejabat Bea Cukai Pecah di Pengadilan Tipikor

by CeritaBerita

Suasana haru menyelimuti ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Rabu (17/9). Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Orlando Hamonangan Sianipar, tak sanggup menahan air matanya saat memberikan kesaksian. Tangisnya pecah kala mengingat kembali momen berat ketika ia memutuskan untuk pasang badan dalam kasus dugaan suap yang menjerat instansinya.

Orlando, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, hadir sebagai saksi untuk terdakwa mantan Kasi Intelijen Cukai, Budiman Bayu Prasojo. Dalam perkara ini, Orlando sendiri telah ditetapkan sebagai terdakwa dan menjalani proses hukum dalam berkas penuntutan terpisah.

Diminta Mengorbankan Diri karena Status Paling Junior

Di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum, fakta mengejutkan terungkap. Jaksa mulai menyinggung isi pertemuan yang sempat terjadi antara Orlando dan atasannya, Sisprian Subiaksono.

Orlando membeberkan bahwa dalam pertemuan tersebut, dirinya diminta untuk menanggung seluruh beban hukum perkara ini. Alasan di balik permintaan tersebut lantaran posisi Orlando dianggap sebagai yang paling junior di antara rekan-rekannya yang lain.

Melihat satu per satu temannya mulai terseret dan dipanggil oleh pihak penyidik, mental Orlando terguncang. Ia akhirnya mengambil keputusan pahit untuk mengorbankan diri sendiri demi melindungi rekan-rekan kerjanya dari jeratan hukum.

Pesan Haru dan Titipan Keluarga di Gedung KPK

Keputusan untuk mengorbankan diri tentu bukan hal yang mudah bagi Orlando. Mengingat ancaman hukuman dan masa depan keluarganya yang terancam, ia sempat menyampaikan pesan emosional kepada Budiman Bayu Prasojo saat keduanya tak sengaja bertemu di lantai dua gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan suara terbata-bata dan mata berkaca-kaca di ruang sidang, Orlando mengulang kembali perkataan yang pernah ia sampaikan kepada Bayu kala itu.

“Mas, titip anak istri saya,” ucap Orlando menirukan rintihannya saat itu, diiringi isak tangis yang membuat suasana sidang makin hening.

Pengakuan tulus ini membuka tabir tekanan internal yang dialami para pejabat junior di lingkup Ditjen Bea Cukai saat terseret kasus hukum. Kini, proses peradilan masih terus berjalan di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk mengusut tuntas keterlibatan para pihak serta mendalami dugaan praktik suap yang merugikan negara tersebut.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar