Home JabodetabekKecelakaan Kereta Bekasi: 7 Meninggal, 81 Luka, 3 Teridentifikasi

Kecelakaan Kereta Bekasi: 7 Meninggal, 81 Luka, 3 Teridentifikasi

by CeritaBerita

Kabar duka datang dari Stasiun Bekasi Timur akibat kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo dan KRL pada Senin malam (27/4). Sampai Selasa pagi, suasana di lokasi masih cukup tegang karena proses penanganan korban masih terus berjalan.


KRL Berhenti Karena Taksi

Menurut penjelasan dari pihak KAI, kecelakaan ini bermula dari kejadian yang tidak terduga. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa awalnya ada sebuah taksi yang menabrak atau menemper KRL di perlintasan dekat Bulak Kapal. Insiden itu membuat KRL terhenti di jalur tersebut.

Sialnya, saat KRL sedang berhenti, muncul KA Argo Bromo dari arah belakang yang kemudian menabrak rangkaian KRL tersebut. Tabrakan ini mengakibatkan kerusakan parah pada gerbong dan memakan banyak korban.

Jumlah Korban Kecelakaan Kereta dan Proses Identifikasi

Dirut KAI, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi bahwa sejauh ini tercatat ada 7 orang meninggal dunia. Selain itu, total ada 81 orang yang mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan di sembilan rumah sakit berbeda.

Pihak RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi juga sudah mulai merilis data identitas korban. Dari 53 orang yang masuk ke RSUD tersebut, tiga orang yang meninggal dunia sudah teridentifikasi, yaitu:

  1. Nuryati (62 tahun)
  2. Enggar Retno K (35 tahun)
  3. Nurlaela (30 tahun)

Sementara itu, sisanya mengalami luka-luka dengan kondisi yang beragam, mulai dari luka ringan hingga ada yang harus dirujuk ke rumah sakit lain seperti RS Siloam dan RS Mitra Plumbon.

Evakuasi Korban yang Terjepit

Hingga saat ini, proses evakuasi masih menjadi tantangan besar. Bobby menyebutkan masih ada 3 orang yang terjepit di dalam gerbong. Petugas di lapangan melakukan evakuasi dengan sangat hati-hati agar tidak menambah risiko bagi korban yang masih terperangkap. Proses ini kabarnya sudah berlangsung selama 8 jam dan dilakukan dengan ketelitian maksimal.

Kejadian ini benar-benar menjadi duka mendalam bagi dunia transportasi kita. Semoga proses evakuasi tiga korban terakhir segera tuntas dan para korban luka bisa segera pulih kembali.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar