Hari ketiga menjabat sebagai Menteri Keuangan, Suahasil Nazara rupanya masih memilih untuk irit bicara di hadapan media. Sosok yang baru saja menduduki kursi nomor satu di Kementerian Keuangan ini tampak enggan memberikan komentar panjang lebar saat berhadapan dengan puluhan wartawan yang sudah menunggunya.
Kejadian ini berlangsung sesaat setelah Suahasil menyelesaikan agenda rapat di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jakarta, pada Rabu (16/9). Kendati dihujani berbagai pertanyaan krusial mengenai kondisi perekonomian negara, ia lebih memilih berlalu dan menyimpannya untuk lain waktu.
Diberondong Isu Panas dari Utang Whoosh Hingga Rating Fitch
Para awak media sebenarnya sudah menyiapkan sederet isu sensitif dan hangat yang membutuhkan kepastian dari sang menteri. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kejelasan nasib pembengkakan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang belakangan terus menjadi sorotan publik.
Tidak hanya masalah kereta cepat, wartawan juga mencerca Suahasil dengan pertanyaan seputar potensi dividen dari Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia yang rencananya akan disetor ke APBN. Isu penting lain yang ditanyakan meliputi update penggunaan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL), hingga respons pemerintah terkait peringkat outlook ekonomi Indonesia yang baru saja mendapat penilaian negatif dari lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings.
Janji Klarifikasi Menkeu pada Konferensi Pers APBN Kita
Meski pertanyaan yang dilemparkan bertubi-tubi dan membutuhkan ketegasan, Suahasil Nazara tetap tenang dan memilih untuk tidak memberikan jawaban secara mendadak. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa penjelasan yang diberikan nantinya tetap terstruktur dan komprehensif kepada masyarakat luas.
Ia memberikan sinyal bahwa seluruh pertanyaan panas tersebut tidak akan diabaikan begitu saja. Suahasil menegaskan akan menjawab seluruh isu ekonomi tersebut pada momen resmi konferensi pers APBN Kita yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari mendatang. Sikap hati-hati ini menunjukkan strategi Menkeu baru yang ingin lebih matang sebelum memberikan pernyataan publik terkait arah kebijakan fiskal negara.