Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung mendadak jadi buah bibir. Bukan karena prestasinya, melainkan aksi protes puluhan siswa SMPN 1 Dayeuhkolot yang viral di media sosial setelah mengembalikan paket makanan mereka karena diduga tak layak konsumsi.
Dalam potongan video yang beredar luas,pada 2026/04/07 para siswa terlihat menenteng ompreng makanan mereka kembali ke dapur penyedia, SPPG Citeureup, di Jalan Pasigaran, Desa Citeureup. Raut kekecewaan jelas terlihat dari wajah para pelajar yang seharusnya menikmati jatah makan siang mereka.
Menu Lengkap Tapi Aroma ‘Menusuk’
Padahal, jika dilihat dari komposisinya, menu yang disajikan tergolong mewah dan memenuhi standar gizi. Paket tersebut berisi nasi, ayam rendang, tempe orek dan buah segar. Namun, para siswa mengeluhkan aroma yang sangat menyengat dan tidak sedap keluar dari kotak makanan tersebut. Kondisi ini membuat mereka ragu akan kesegaran bahan baku yang digunakan serta standar kebersihan saat proses pengolahan.
Polisi Turun Tangan
Menanggapi kegaduhan ini, pihak kepolisian setempat tidak tinggal diam. Laporan dari masyarakat mengenai kualitas makanan yang mencurigakan ini sudah diterima dan sedang dalam tahap pendalaman.
“Kami sudah menerima laporan serupa dan saat ini penyebab pasti kondisi makanan tersebut masih dalam penyelidikan,” ujar perwakilan kepolisian setempat.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para vendor penyedia jasa boga dalam program MBG. Faktor kecepatan distribusi dan ketahanan pangan (food safety) harus menjadi prioritas utama agar niat baik memberikan gizi gratis tidak justru berisiko bagi kesehatan siswa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur SPPG Citeureup belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden pengembalian massal tersebut.