Kisah Haru Jonas Salk Taklukkan Penyakit Polio

Tepat pada hari ini, dunia mengenang salah satu pencapaian medis terbesar sepanjang sejarah. Pada 12 April 1955, Thomas Francis Jr., direktur Pusat Evaluasi Vaksin Poliomielitis di Universitas Michigan, mengumumkan hasil laporan setebal 113 halaman yang dinanti jutaan orang dengan tiga kata singkat: aman, efektif, dan ampuh.

Pengumuman ini menandai kemenangan umat manusia melawan polio, penyakit paling ditakuti di dunia kala itu, berkat vaksin yang dikembangkan oleh dokter dan peneliti jenius, Jonas Salk.

Tangis Haru dan Lonceng Gereja yang Berdentang

Kabar tersebut memicu perayaan luar biasa di berbagai penjuru dunia. Di Amerika Serikat, lonceng gereja berdentang, peluit pabrik berbunyi nyaring, dan orang-orang dilaporkan menangis di jalanan karena lega.

Sebelum vaksin ini ditemukan, polio adalah momok yang mengancam nyawa dan masa depan anak-anak. Pada tahun 1950-an, setengah juta orang di seluruh dunia terdampak setiap tahunnya, menyebabkan kelumpuhan hingga penggunaan alat bantu napas “paru-paru besi” (iron lung) selama bertahun-tahun.


Perjuangan dari Ruang Bawah Tanah

Keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah. Jonas Salk dan timnya bekerja di laboratorium ruang bawah tanah Universitas Pittsburgh yang sempit, terjepit di antara kamar jenazah dan kamar gelap.

Keyakinan Salk terhadap temuannya begitu kuat hingga ia membawa pulang vaksin tersebut untuk disuntikkan kepada istri dan ketiga anak laki-lakinya sendiri, setelah mensterilkan jarum suntik di dapur rumah mereka.

Vaksin untuk Seluruh Umat Manusia

Uji coba vaksin ini melibatkan hampir dua juta anak, sebuah skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dunia kedokteran modern. Hasilnya luar biasa: vaksin terbukti 80-90 persen efektif mencegah penyakit tanpa ada satu pun anak yang divaksinasi meninggal dunia.

Salah satu momen yang paling dikenang adalah saat Salk menolak mematenkan temuannya. Ketika ditanya siapa pemilik vaksin tersebut, ia menjawab dengan kalimat yang melegenda:

“Dapatkah Anda mematenkan matahari?”

Salk memilih untuk tidak mengambil keuntungan pribadi agar vaksin tersebut dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di dunia.

Kondisi Polio Hari Ini

Berkat pondasi yang diletakkan oleh Salk dan pengembangan vaksin oral setelahnya, kasus polio di seluruh dunia telah merosot tajam hingga 99 persen. Kini, penyakit yang dahulu melumpuhkan jutaan orang tersebut hampir musnah sepenuhnya dari muka bumi, menyisakan segelintir kasus di beberapa wilayah yang masih dalam proses pemberantasan.