Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi kebangkitan luar biasa Macan Kemayoran. Dalam lanjutan laga BRI Super League yang digelar Sabtu malam, Persija Jakarta sukses menghancurkan sang rival, Persebaya Surabaya, dengan skor telak 3-0.
Kemenangan ini tidak hanya membawa tiga poin penting, tetapi juga mengakhiri tren negatif Persija yang gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan sebelumnya.
Drama Penalti dan Dominasi Sejak Menit Awal
Persija langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Kebuntuan pecah pada menit ke-15 setelah Eksel Runtukahu dijatuhkan oleh Milos Raickovic di kotak terlarang. Setelah melalui tinjauan VAR, wasit memberikan hadiah penalti untuk tuan rumah.
Allano Lima yang maju sebagai eksekutor sukses menyarangkan bola ke gawang Andhika Ramadhani, membawa Persija unggul 1-0. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai meski Persebaya sempat memberikan perlawanan melalui skema serangan balik.
Brace Eksel Runtukahu: Penampilan Berkelas di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pasukan Mauricio Souza tampil semakin menggila dengan menggandakan keunggulan pada menit ke-54 melalui sepakan melengkung indah dari Eksel Runtukahu, sebelum akhirnya pemain yang sama kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-76 setelah sukses mengonversi umpan matang dari Allano Lima menjadi gol ketiga yang mengunci kemenangan telak Persija.
Persebaya yang kini dilatih oleh Bernardo Tavares tampak kesulitan menembus pertahanan kokoh yang digalang oleh Rizky Ridho dan kawan-kawan. Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan mutlak tuan rumah.
Persaingan Klasemen: Persija Kokoh di Tiga Besar
Meskipun menang besar, posisi Persija di klasemen sementara BRI Super League tetap tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 55 poin. Sementara itu, kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya tetap berada di posisi keenam dengan raihan 42 poin.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persija Jakarta untuk menatap sisa musim dengan kepercayaan diri tinggi, membuktikan bahwa Macan Kemayoran masih menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar juara.