Duka di Mustika Jaya, Korban Ledakan SPBE Cimuning Bertambah!

Duka mendalam menyelimuti warga Mustika Jaya, Kota Bekasi. Nasib pilu menimpa satu keluarga yang tinggal tepat di seberang SPBE Cimuning. Setelah sepekan berjuang melawan luka bakar serius, dua anggota keluarga dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya.

Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, mengonfirmasi bahwa korban terbaru adalah Aulia Putri Budiastuti yang meninggal dunia pada Kamis (9/4/2026) subuh tadi. Kepergian Aulia menyusul sang adik bungsu, Sapta, yang telah lebih dulu berpulang sehari sebelumnya.

Detik-Detik Mencekam Sebelum Ledakan

Nachrowi menceritakan momen heroik sekaligus tragis yang dilakukan sang ayah saat api mulai berkobar. Ketika menyadari bahaya mengancam, sang ayah yang berada di luar rumah langsung berlari masuk untuk menyelamatkan keempat anaknya.

“Bapaknya lari ke rumah, teriak ‘Ayo keluar, ayo keluar’. Pas mereka mau keluar, di situlah ledakan besar terjadi,” ujar Nachrowi. Akibatnya, sang ayah yang berniat menyelamatkan justru ikut menjadi korban jilatan api.

Kondisi Korban dan Update Terkini

Berdasarkan data medis, Aulia dan Sapta mengalami luka bakar hingga 63 persen. Sementara itu, tiga anggota keluarga lainnya—sang ayah dan dua anak laki-laki bernama Fajar serta Dimas—masih dalam perawatan intensif di rumah sakit yang berbeda. Sang ibu dan anak sulung dilaporkan selamat karena sedang tidak berada di lokasi saat kejadian.

Hingga hari ini, total korban jiwa akibat ledakan SPBE Cimuning tercatat menjadi empat orang. Selain kakak-adik tersebut, dua petugas keamanan SPBE, Suyadi (63) dan Djaimun (61), juga dinyatakan meninggal dunia dengan kondisi luka bakar yang sangat kritis mencapai di atas 90 persen.

Pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti ledakan di SPBE tersebut, sementara bantuan mulai mengalir bagi keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga tercinta.