Home KesehatanTernyata Ini Alasan Wanita Melahirkan Sambil Berbaring!

Ternyata Ini Alasan Wanita Melahirkan Sambil Berbaring!

by CeritaBerita

Selama ini, posisi melahirkan dengan berbaring telentang dianggap sebagai standar medis yang paling aman. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengungkapkan bahwa posisi ini sebenarnya tidak alami dan justru berisiko lebih tinggi bagi ibu. Ternyata, tren melahirkan sambil berbaring bukan lahir dari kebutuhan medis, melainkan karena keinginan seorang raja di masa lalu.

Selama ribuan tahun, perempuan di seluruh dunia secara naluriah melahirkan dalam posisi tegak, seperti berjongkok atau berlutut. Posisi ini terbukti secara ilmiah memanfaatkan gaya gravitasi dan memperlebar ruang panggul hingga 2,5 sentimeter, yang membuat proses persalinan jauh lebih mudah dan cepat.

Warisan Ego Seorang Raja

Sejarah mencatat bahwa perubahan drastis ini dimulai sekitar 300 hingga 400 tahun yang lalu. Salah satu pemicu utamanya adalah Raja Prancis, Louis XIV. Sang raja dikabarkan sangat gemar menonton proses kelahiran anak-anaknya. Karena posisi berjongkok atau menggunakan kursi melahirkan menghalangi pandangannya, ia mempromosikan posisi berbaring agar ia bisa melihat proses tersebut dengan lebih jelas.

Pengaruh kerajaan ini kemudian diperkuat oleh François Mauriceau, seorang dokter pria pada masa itu yang menganggap kehamilan sebagai sebuah “penyakit”. Ia mengklaim posisi berbaring lebih nyaman bagi dokter, meski sebenarnya sangat menyulitkan bagi ibu yang sedang berjuang melahirkan.

Risiko yang Terabaikan

Para ahli modern, termasuk Janet Balaskas dari Active Birth Centre, mengkritik keras praktik ini. Melahirkan dengan cara berbaring dianggap mengubah proses alami menjadi peristiwa medis yang rumit. Statistik menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan dalam posisi tegak memiliki risiko operasi caesar yang lebih rendah, lebih sedikit membutuhkan pereda nyeri seperti epidural, dan proses pembukaan yang lebih singkat.

Saat ini, gerakan “persalinan aktif” mulai kembali populer di negara-negara Barat. Para tenaga medis kini mulai menyarankan para ibu untuk mengikuti naluri tubuh mereka dan mencari posisi paling nyaman—bukan lagi sekadar berbaring pasrah di atas ranjang rumah sakit demi kenyamanan prosedur medis semata.

Sumber: BBC

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar