Di Purwakarta, pesta pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi tragedi kelam yang memilukan. Seorang ayah yang tengah menikahkan anaknya, Dadang, tewas mengenaskan setelah menjadi sasaran amukan sekelompok orang yang diduga preman, Sabtu (4/4).
Pengeroyokan brutal ini dipicu oleh alasan yang sepele namun keji yaitu korban menolak memberikan sejumlah uang yang diminta oleh para pelaku di tengah acara berlangsung.
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, sekelompok orang tak dikenal mendatangi lokasi hajatan dan membuat keributan. Suasana kondusif seketika heboh saat para pelaku mulai melakukan kekerasan fisik secara membabi buta terhadap tuan rumah.
“Diduga ada sekelompok orang membuat keributan yang berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ungkap AKP Enjang dalam keterangan resminya, Senin (6/4).
Bambu Berdarah dan Polisi Buru Pelaku
Polisi yang melakukan olah TKP menemukan barang bukti berupa belahan bambu. Alat ini diduga kuat digunakan pelaku untuk menghantam kepala korban hingga jatuh pingsan di depan para tamu undangan. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Dadang tak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.
Saat ini, Satreskrim Polres Purwakarta tengah melakukan pengejaran besar-besaran terhadap para pelaku yang diidentifikasi berjumlah lebih dari dua orang. Pihak kepolisian menegaskan tidak ada ruang bagi aksi premanisme yang meresahkan warga.
“Satreskrim Polres Purwakarta sedang bergerak cepat di lapangan,” tegas Enjang. Kasus ini kini menjadi sorotan publik yang geram atas tindakan tidak manusiawi di tengah momen sakral keluarga tersebut.
Sumber: Tempo

